Liputan6.com, Jakarta - Joheirry Mola dari Republik Dominika meraih mahkota Miss World 2026 dalam malam final di Nha Trang, Vietnam, Sabtu, 5 September 2026. Perempuan berusia 24 tahun itu mengungguli 111 kontestan dari berbagai negara dalam ajang kecantikan internasional tersebut.
Kemenangan Mola mengembalikan mahkota Miss World ke Republik Dominika setelah 44 tahun. Mariasela Alvarez menjadi perempuan pertama dari negara tersebut yang memenangkan gelar Miss World pada 1982.
Advertisement
"Ini adalah momen yang sangat berarti bagi saya dan bagi negara saya," kata Mola setelah memenangkan mahkota, melansir BBC, Selasa (8/9/2026). Ia menjadi perempuan kedua dari Republik Dominika yang berhasil membawa pulang gelar Miss World.
Elisabeth Reynes Alabern dari Spanyol menempati posisi runner-up pertama. Taanusiya Chetty dari Malaysia meraih runner-up kedua sekaligus memenangkan kategori Beauty With a Purpose.
Eritrea, Malaysia, Vietnam, Republik Dominika, Spanyol, dan Afrika Selatan menjadi enam finalis yang bersaing pada tahap akhir. Sementara itu, wakil Indonesia, Audrey Bianca, hanya berhasil menembus Top 40.
Julia Morley, CEO Miss World Organization, mengumumkan Mola sebagai pemenang ajang kecantikan tersebut. Kompetisi Miss World 2026 dimulai pada 8 Agustus 2026. Para kontestan mengikuti berbagai kategori, termasuk Top Model, Beauty With a Purpose, Talent, Sports, People's Choice Award, serta penilaian juri.
Dalam catatan profilnya, Mola merupakan perempuan yang berasal dari Santo Domingo, Republik Dominika. Ia memiliki latar belakang sebagai guru, jurnalis, dan penggerak kegiatan komunitas.
Mola menyelesaikan pendidikan Business Management and Administration di Universidad Iberoamericana (UNIBE). Latar belakang pendidikannya kemudian mendukung aktivitasnya dalam bidang pengajaran dan pemberdayaan anak muda.
Tak Berhenti di Ruang Kelas
Mola mengajar Literature dan Social Studies di sekolah. Ia juga terlibat dalam berbagai program komunitas yang memberikan dukungan pada anak-anak.
Kepedulian Mola terhadap pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ia mendirikan Voices of Tomorrow, sebuah inisiatif sosial yang membantu anak-anak dan generasi muda di komunitasnya mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Program tersebut bertujuan memperluas akses terhadap pendidikan sekaligus memberikan bekal bagi anak-anak untuk meraih peluang yang lebih besar pada masa depan. Mola menggunakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kiprahnya dalam mendukung perkembangan generasi muda.
Perjalanan Mola di dunia pageant dimulai ketika ia mewakili Distrito Nacional dalam ajang Miss World Dominican Republic 2025. Ia memenangkan gelar tersebut dan mendapatkan kesempatan mewakili Republik Dominika di panggung Miss World.
Top Model
Mola kemudian menunjukkan prestasi dalam kategori Top Model untuk kawasan Amerika dan Karibia. Pencapaian tersebut membantunya mengamankan posisi di jajaran 40 besar Miss World 2026.
Pengalaman Mola sebagai jurnalis juga menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. Pada Maret 2026, ia bekerja sebagai reporter untuk Univision dalam telethon UNICEF di Republik Dominika.
Program tersebut menggalang dana sebesar 24,752 juta dolar AS untuk mendukung berbagai program yang ditujukan bagi anak-anak. Keterlibatan tersebut mempertemukan pengalaman jurnalistik Mola dengan kepeduliannya terhadap isu pendidikan dan kesejahteraan generasi muda.
Mola juga membawa pengalaman tersebut ketika mengikuti Miss World 2026. Ajang ini tidak hanya menilai penampilan peserta, tapi turut menyoroti kontribusi sosial dan kepedulian mereka terhadap masyarakat melalui berbagai kategori.
Panggung Lebih Luas
Latar belakang Mola di bidang pendidikan menjadi bagian penting dari profilnya selama mengikuti kompetisi. Kemenangan di Vietnam memberi Mola panggung yang lebih luas untuk menyuarakan isu yang selama ini ia perjuangkan.
Gelar Miss World 2026 kini membuka kesempatan baginya untuk memperkenalkan program sosial dan pendidikan kepada khalayak internasional. Bagi Republik Dominika, kemenangan Mola juga menghadirkan generasi baru dalam sejarah pageant negara tersebut.
Kemenangan di Vietnam menjadi pencapaian terbesar Mola dalam dunia pageant. Mahkota Miss World 2026 sekaligus memperkuat kiprahnya sebagai sosok yang aktif dalam pendidikan, jurnalistik, dan kegiatan sosial. Tanzania akan menjadi tuan rumah Miss World ke-74 setelah Vietnam menyelenggarakan kompetisi tahun ini.