Top 3 Tekno: Hands-on Samsung Galaxy S26 FE Terpopuler

Samsung Galaxy S26 FE menawarkan pengalaman HP flagship dengan harga lebih terjangkau.

oleh IskandarDiterbitkan 08 September 2026, 11:00 WIB
Perekaman video Samsung Galaxy S26 FE. Liputan6.com/M Yudha Pratama.

Liputan6.com, Jakarta - Hands-on Samsung Galaxy S26 FE menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (8/9/2026) kemarin.

Berita lain yang tak kalah populer yaitu mengenai iOS 27 yang akan memiliki fitur satu nomor HP bisa digunakan di dua iPhone sekaligus.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Hands-on Samsung Galaxy S26 FE, HP Flagship untuk Kreator Konten Gen Z

Samsung Galaxy S26 FE menawarkan pengalaman HP flagship tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Selain diperkuat Exynos 2500, HP ini juga dibekali kamera dan fitur AI yang menyasar pengguna dengan hobi membuat konten.

Tim Tekno Liputan6.com mencoba langsung Galaxy S26 FE dalam acara peluncuran di Indonesia, Senin (7/9/2026).

Kesan pertama saat menggenggamnya, HP ini terasa seperti perangkat flagship dengan desain yang tetap minimalis. Bodinya kokoh dan nyaman ketika digunakan dengan satu tangan.

Samsung menyediakan tiga pilihan warna untuk Galaxy S26 FE, yakni Blueberry, Pistachio, dan Graphite. Dari ketiganya, Blueberry menjadi yang paling menarik perhatian karena tampil gelap dan elegan.

Layar Galaxy S26 FE juga terlihat cerah dan tajam. Aktivitas scrolling juga terasa mulus berkat dukungan refresh rate 120Hz.

Ketika digunakan untuk melihat foto maupun video, layarnya mampu menampilkan warna natural. Pengalaman tersebut membuat HP terasa nyaman untuk menikmati sekaligus membuat konten.

Baca selengkapnya di sini

2. iOS 27 Punya Fitur 1 Nomor HP Bisa Dipakai di 2 iPhone Sekaligus, Begini Cara Kerjanya

Fitur iPhone Handoff di iOS 27. Credit: MacRumors Forum

Apple kembali menyiapkan inovasi baru lewat pembaruan iOS 27. Raksasa teknologi asal Cupertino ini menghadirkan fitur bernama "iPhone Handoff", yang memungkinkan pengguna berganti-ganti di antara dua unit iPhone berbeda meski hanya menggunakan satu nomor telepon serupa.

Kehadiran fitur ini sebenarnya sempat disinggung secara singkat pada ajang WWDC 2026 Juni lalu. Demikian sebagaimana dikutip dari MacRumors, Selasa (8/9/2026).

Saat itu, nama "iPhone Handoff" muncul di salah satu slide presentasi yang menampilkan ratusan fitur baru di iOS 27, meski Apple belum membeberkan rincian cara kerjanya secara rinci.

Detail mengenai mekanisme fitur ini akhirnya terungkap setelah seorang pengguna forum MacRumors dengan nama akun pdfu mengunggah sebuah video demonstrasi.

Video tersebut memperlihatkan simulasi cara kerja iPhone Handoff menggunakan dua unit iPhone yang dijalankan lewat Xcode 27 Device Hub.

Baca selengkapnya di sini

3. Sinyal dari Perut Bumi, Ilmuwan Temukan Tanda Kecil Sebelum Gunung Meletus

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Erupsi gunung anak krakatau di Provinsi Lampung menuai kewaspadaan masyarakat. Meski intensitas erupsi melambat, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena tingkat kegempaan yang masih tinggi.

Memang, memprediksi gunung meletus atau erupsi cukup dini untuk memberikan peringatan kepada pihak berwenang dan masyarakat di sekitar kawasan gunung api, masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam ilmu vulkanologi.

Kabar baiknya, melansir laman ScienceDaily, Senin (7/9/2026), sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications memperkenalkan teknik deteksi baru yang disebut “Jerk.”

BACA JUGA:Ragam Hoaks Terkait Gunung Meletus, Simak FaktanyaTeknik ini dikembangkan para peneliti dan insinyur dari Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP) dan GFZ Helmholtz Centre for Geosciences.

Metode ini mengandalkan satu seismometer broadband untuk mendeteksi pergerakan tanah yang sangat halus, yang berkaitan dengan intrusi magma jauh di bawah permukaan.

Sinyal-sinyal lemah tersebut dapat mengungkap tahap paling awal aktivitas vulkanik secara real time. Tim peneliti menguji metode ini selama 10 tahun di sebuah observatorium vulkanologi di Pulau La Réunion.

Selama periode tersebut, sistem ini berhasil memprakirakan 92% dari 24 erupsi yang terjadi antara 2014 hingga 2023. Waktu peringatan yang dihasilkan bervariasi, mulai dari hanya beberapa menit hingga delapan jam sebelum erupsi terjadi.

Sekitar 14% peringatan tidak diikuti erupsi. Namun, peringatan tersebut tetap berhasil mendeteksi adanya pergerakan magma di bawah gunung api.

Baca selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya