Liputan6.com, Jakarta - Penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penumpang mencari cara lain untuk menuju Jakarta. Azizah, penumpang asal Maumere, terpaksa mengubah rute perjalanannya setelah penerbangan dari Kupang ke Jakarta dibatalkan.
Ia berencana terbang dari Kupang ke Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta atau bus. Namun, tingginya permintaan membuat tiket pesawat ke Surabaya sudah habis.
Advertisement
Cerita penumpang pesawat yang terdampak penutupan bandara Soekarno-Hatta ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada berita lain terkait erupsi Anak Krakatau yang menarik untuk dibaca.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa (8/9/2026):
1. Bandara Ditutup, Penumpang Terpaksa Tembus Jalur Darat ke Jakarta
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa sejumlah penumpang memutar otak agar tetap bisa sampai ke Jakarta. Salah satu opsi yang diambil adalah mengalihkan rute penerbangan transit melalui Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju ibu kota.
Cerita ini dialami oleh Azizah, penumpang asal Maumere yang hendak menuju Jakarta. Saat tiba di Bandara El Tari Kupang pada Senin pagi untuk penerbangan lanjutan, ia mendapati kabar bahwa seluruh penerbangan menuju Jakarta telah dibatalkan.
Simak berita selengkapnya di sini.
2. Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam Imbas Erupsi Anak Krakatau
Pemerintah mengoperasikan sejumlah bandara alternatif selama 24 jam untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang. Hal ini setelah delapan bandara ditutup sementara karena erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
"Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam," ujar Dudy.
Simak berita selengkapnya di sini.
Erupsi Anak Krakatau: 2.300 Penerbangan dan 270 Ribu Penumpang Terdampak
Kementerian Perhubungan mencatat 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak penutupan sementara sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi sejak 5 September 2026 hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB. Dampak operasional ini mencakup penerbangan yang dibatalkan, ditunda, maupun dialihkan rutenya.
"Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik," ujar Dudy.