Utak-atik Taktik Jose Mourinho: Diomande Starter, Alexander-Arnold Jadi Gelandang?

Jose Mourinho menyiapkan taktik tak biasa untuk Real Madrid vs Inter Milan

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 September 2026, 20:55 WIB
Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (kanan), berbicara dengan bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, selama pertandingan persahabatan pramusim antara Real Madrid dan ACF Fiorentina di Klagenfurt, Austria pada 1 Agustus 2026. (WOLFGANG JANNACH/APA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho menyiapkan perubahan taktik untuk Real Madrid saat menghadapi Inter Milan di Liga Champions, Rabu (9/9) dini hari WIB. Krisis lini tengah membuatnya harus mencari solusi, termasuk mengubah posisi Trent Alexander-Arnold.

Situasi ini justru membuka peluang Yan Diomande tampil sebagai starter. Winger 19 tahun itu baru bermain 83 menit dalam empat laga liga sejak bergabung dengan Real Madrid.

Arda Guler, Bernardo Silva, dan Eduardo Camavinga absen karena skorsing. Kondisi Aurelien Tchouameni dan Thiago Pitarch juga masih diragukan.

Mourinho pun berpeluang mengakomodasi Diomande dan Alexander-Arnold dalam satu skema. Diomande ditempatkan di kanan, sedangkan Alexander-Arnold bergerak ke posisi yang lebih sentral.


Diomande Berpeluang Jadi Starter

Penyerang asal Inggris milik Espanyol bernomor punggung 24, Tyrhys Dolan (kiri), dan bek asal Slovenia milik Espanyol bernomor punggung 16, Vanja Drkusic (kanan), berebut bola dengan penyerang asal Pantai Gading milik Real Madrid bernomor punggung 25, Yan Diomande, dalam pertandingan Liga Spanyol antara RCD Espanyol dan Real Madrid CF di Stadion RCDE, Cornella de Llobregat, pada 22 Agustus 2026. (Josep LAGO/AFP)

Menurut laporan AS via Madrid Xtra, Mourinho melihat Alexander-Arnold dan Diomande bisa saling melengkapi. Kehadiran Diomande di sisi kanan memungkinkan mantan pemain Liverpool itu beroperasi lebih ke tengah.

Diomande belum pernah menjadi starter sejak tiba di Real Madrid. Namun, krisis pemain membuat Mourinho memiliki alasan untuk mempercepat kesempatan pemain termahal klub tersebut.

Alexander-Arnold dapat dimainkan bersama Federico Valverde dalam skema double pivot. Pemain Inggris itu bertugas membangun serangan, sementara Valverde memberikan energi dan perlindungan di lini tengah.

Dari posisi lebih dalam, kemampuan umpan Alexander-Arnold bisa menjadi senjata penting Real Madrid. Ia dapat mengatur tempo, mengalihkan arah permainan, dan mencari ruang lewat umpan-umpan panjang.


Trent Geser ke Tengah

Gelandang Real Madrid asal Inggris, Jude Bellingham (#05), merayakan gol pertama timnya bersama rekan setimnya, bek asal Inggris, Trent Alexander-Arnold (#12), dan penyerang asal Brasil, Vinicius Junior (#07), dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Perubahan posisi Alexander-Arnold akan menciptakan ruang bagi Diomande untuk bermain lebih agresif di sisi kanan. Pada saat yang sama, Denzel Dumfries dapat mengisi posisi bek kanan.

Skema tersebut memungkinkan Mourinho mengakomodasi tiga pemain tanpa memaksa Alexander-Arnold bertahan di posisi tradisionalnya. Valverde juga bisa memberikan keseimbangan ketika sang bek Inggris membantu serangan.

Eksperimen ini menjadi pilihan berani Mourinho untuk menghadapi Inter Milan. Terbatasnya opsi di lini tengah membuat perubahan taktik menjadi salah satu solusi yang paling mungkin.

Jika rencana tersebut diterapkan, laga ini bisa menjadi momen penting bagi Diomande. Ia berpeluang mencatatkan starter perdana, sementara Alexander-Arnold mendapat kesempatan menunjukkan kualitasnya dari lini tengah.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya