Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan pembersihan fasilitas darat serta landasan pacu (runway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, terus digencarkan secara berkala. Ini dilakukan akibat paparan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu (6/9).
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan bahwa langkah pencegahan ini diambil untuk menjaga kondisi fasilitas agar tetap siap sewaktu-waktu bandara diizinkan beroperasi kembali.
Advertisement
"Kami melakukan pembersihan berkala saja agar tidak terlalu berat pada saatnya, karena memang kita harus memastikan fasilitasnya siap manakala sudah diputuskan kita siap beroperasi," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (7/9/2026).
Yudis menegaskan, pembersihan area vital bandara dilakukan demi memastikan standar keselamatan (safety) dan keamanan (security) terpenuhi secara ketat sebelum operasional penerbangan dibuka penuh pascasituasi membaik.
Pembersihan intensif ini telah berlangsung sejak semalam, mencakup area runway 1, runway 2, jalur taxiway, hingga apron. Kegiatan pembersihan lanjutan bakal terus digencarkan secara bertahap agar fasilitas utama penerbangan tidak tertutup endapan abu tebal.
"Kami terus memantau dinamika di lapangan, termasuk data paper test yang hingga kini masih menunjukkan hasil positif adanya sebaran debu vulkanik di kawasan bandara," ujarnya.
Pihak pengelola menegaskan batas waktu pembukaan kembali Bandara Soetta masih sangat dinamis. Kebijakan operasional merujuk sepenuhnya pada pembaharuan NOTAM (Notice to Airmen) resmi, yang menetapkan perpanjangan penutupan sementara hingga pukul 18.00 WIB.
"Sebagaimana kita sama-sama sudah ketahui bahwa dari NOTAM terakhir, telah diputuskan bahwa penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta ini sampai dengan pukul 18.00 WIB," katanya.
624 Penerbangan Tertunda & Puluhan Ribu Penumpang Terdampak
Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melumpuhkan ratusan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. InJourney Airports mencatat total 624 penerbangan mengalami penundaan (delay), meliputi:
- Rute Domestik: 461 penerbangan
- Rute Internasional: 156 penerbangan
- Penerbangan Kargo: 7 penerbangan
Penutupan operasional ini berimbas langsung pada estimasi 75.236 calon penumpang yang tertahan.
Guna menghindari penumpukan massa dan kelelahan fisik di terminal, InJourney Airports mengimbau seluruh calon penumpang tidak terburu-buru mendatangi bandara. Penumpang diminta aktif memantau pembaruan status penerbangan dari kanal resmi pengelola bandara maupun maskapai terkait.
"Menurut saya yang terbaik adalah menunggu pengumuman bahwa Bandara Soekarno-Hatta memang sudah bisa dioperasikan kembali, jangan sampai sudah sampai sini ternyata memang belum bisa dioperasikan," kata dia.