Asa Nepal Pulih dari Luka Banjir Bandang, Mengundang Kembali Wisatawan

Nepal tengah berupaya memulihkan kepercayaan wisatawan setelah banjir bandang memicu pembatalan perjalanan menjelang musim liburan utama.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 07 September 2026, 18:00 WIB
Kathmandu, Nepal. (Photo: Raimond Klavins/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Nepal tengah berusaha memulihkan geliat pariwisata setelah banjir bandang Bhotekoshi pada 26 Agustus 2026 memicu pembatalan perjalanan wisatawan mancanegara.

Pemerintah negara itu meluncurkan kampanye #NepalCalling untuk mengembalikan kepercayaan pelancong, sekaligus meluruskan persepsi bahwa bencana di wilayah utara tidak serta-merta melanda seluruh negeri.

Bencana tersebut datang menjelang periode yang menjadi tumpuan industri pariwisata Nepal, yakni September hingga November. Langit yang mulai cerah setelah musim hujan membuat jalur trekking kembali ramai, sementara pemandangan Himalaya menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Dalam setahun, tiga bulan tersebut menyumbang hampir 40 persen dari total kedatangan wisatawan ke Nepal. Guncangan paling cepat terasa di sektor perhotelan.

Mandip Giri, Managing Director Dom Himalaya Hotel di Kathmandu, menuturkan tingkat pemesanan untuk September-November sebelumnya telah menembus lebih dari 90 persen. Setelah bencana terjadi, sekitar 20 persen reservasi dibatalkan hanya dalam sepekan, terutama pemesanan yang dilakukan secara daring, melansir Asia News Network, Senin (7/9/2026).

Kekhawatiran wisatawan turut dipengaruhi pemberitaan mengenai jalan terputus, jembatan runtuh, warga yang terjebak, dan korban yang ditemukan di sungai. Rangkaian kabar tersebut perlahan membentuk kesan seolah-olah seluruh Nepal berada dalam kondisi darurat.

Melalui #NepalCalling, pemerintah berupaya mengembalikan perspektif itu, sekaligus menegaskan bahwa sejumlah destinasi populer tetap aman dan dapat dijangkau wisatawan.

Sebagian Besar Destinasi Wisata Nepal Masih Terbuka

Pokhara, Nepal. (Photo: Prasesh Shiwakoti (Lomash)/Unsplash)

Kampanye #NepalCalling membawa pesan bahwa Nepal tetap terbuka bagi wisatawan. Menteri Pariwisata Nepal, Khadak Raj Paudel, mengajak pelancong kembali menikmati jalur pegunungan dan trekking, sekaligus menekankan bahwa kunjungan selama masa pemulihan dapat membantu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat terdampak.

Sejumlah destinasi masih beroperasi seperti biasa, termasuk Kathmandu, Pokhara, Chitwan, Lumbini, Janakpur, kawasan Annapurna dan Everest, serta Bardiya. Pemerintah meminta perwakilan diplomatik dan mitra internasional turut menyebarkan informasi tersebut agar calon wisatawan memperoleh gambaran kondisi Nepal yang lebih utuh.

Pengecualian berlaku di Rasuwa, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Trekking Agencies’ Association of Nepal mengimbau wisatawan menghindari Langtang. Langtang Valley Trek, Gosainkunda, Helambu Circuit, dan Tamang Heritage Trail juga ditutup atau dibatasi sementara.

Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Nepal

Pariwisata Nepal

Pemulihan pariwisata Nepal menjadi penting karena dampaknya menjangkau banyak lapisan ekonomi. Sektor ini berkontribusi sekitar 6,7 persen terhadap produk domestik bruto, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta menopang lebih dari satu juta lapangan pekerjaan.

Ketika perjalanan dibatalkan, pemasukan hotel, pemandu wisata, porter, restoran, maskapai, hingga penyedia transportasi lokal ikut terdampak. Industri pariwisata Nepal sebelumnya telah melewati pandemi COVID-19, pemulihan yang berjalan lambat, gejolak politik pada September 2025, serta ketegangan di Asia Barat tahun ini.

Bencana terbaru kembali menghadirkan tantangan menjelang musim kunjungan yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan. Parlemen Nepal meminta pemerintah menyusun strategi untuk memulihkan kepercayaan wisatawan internasional sembari melanjutkan pencarian dan penyelamatan korban.

Komunikasi publik pun perlu menjaga keseimbangan antara optimisme dan informasi yang kredibel agar wisatawan memahami kondisi berdasarkan situasi di lapangan.

Nepal Siapkan Insentif untuk Tarik Wisatawan Kembali

Pariwisata Nepal

Pemulihan pariwisata Nepal membutuhkan lebih dari sekadar kampanye komunikasi. Pelaku industri mendorong pemerintah menghadirkan insentif konkret untuk kembali menarik wisatawan internasional, mulai dari pembebasan visa, potongan harga hotel, kemudahan perjalanan, hingga diskon tiket pesawat jika masih diperlukan.

Nepal Tourism Board bersama Kementerian Pariwisata negara itu memperkuat kampanye #NepalCalling untuk menjangkau calon pelancong sekaligus memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai wilayah terdampak dan destinasi yang tetap beroperasi.

Platform digital serta infografis menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi secara cepat dan mudah dipahami. Dalam jangka panjang, pemerintah juga melihat peluang baru bagi Rasuwa dengan mengembangkan kawasan tersebut sebagai climate heritage.

Gagasan ini sejalan dengan perhatian terhadap perubahan iklim sekaligus upaya Nepal mengangkat kerentanan Himalaya ke panggung global. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka perspektif baru mengenai kawasan yang terdampak bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya