<i>Romeo and Juliet</i> ala Pebalet Bolshoi

Kelompok balet asal Rusia, Bolshoi, merombak gaya penampilan mereka yang kaku. Sutradara asal Inggris membebaskan pebalet Bolshoi berekspresi. Seluruh penonton di Rusia menyambut baik penampilan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Juli 2004, 02:02 WIB
Liputan6.com, Moskow: Bolshoi, perkumpulan balet terkenal dari Negeri Beruang Merah kembali melanggar tradisi teater Rusia yang kaku. Kali ini Bolshoi bekerja sama dengan sutradara asing untuk mempertunjukkan Romeo and Juliet di Moskow, Rusia, pekan ini. Sutradara yang beruntung itu adalah pria asal Inggris, Declan Donnellan.

Donnellon adalah sutradara drama teater yang memiliki reputasi internasional. Karena itulah Bolshoi tergoda menggandengnya. Ini adalah pertunjukan balet yang pertama kali ditangani Donnellon. Oleh dia, para pebalet dibebaskan mengekspresikan diri. Kebebasan ekspresi itulah yang membuat pertunjukan Bolshoi berbeda.

Seorang kritikus menganggap pertunjukan ini aneh. Namun kenyataannya, hampir seluruh penonton menyambut baik gaya penampilan baru Bolshoi. Sementara sutradara Inggris tersebut mengaku berusaha tidak mengubah tradisi secara keseluruhan. Sambutan meriah dari para penonton dianggapnya tidak lebih dari cara dia berhasil menjalin kerja sama yang baik dengan para penari.

Akhir tahun silam, teater berusia 228 tahun itu juga mementaskan Romeo and Juliet dengan menghadirkan Radu Poklitaru, koreografer belia dari Moldova. Romeo and Juliet yang diangkat dari drama mahakarya William Shakespeare itu adalah pertunjukan keramat Bolshoi. Pertama kali dipentaskan pada 1946, nomor itu kemudian terkenal hingga ke mancanegara. Nilai sejarah itulah yang membuat banyak kritikus balet Rusia mengecam inovasi dari pertunjukan tersebut [baca: Balet Bolshoi Mendobrak Tradisi].(DNP/Dew)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya