Liputan6.com, Jakarta - Adrian Yunan sudah lama tak lagi menjadi basis Efek Rumah Kaca (ERK). Namun rupanya ia masih menerima hasil dari lagu-lagu yang pernah ia tulis bersama Cholil Mahmud dan kawan-kawan. Adrian mengaku hingga kini masih menerima royalti dari lagu-lagu ERK, khususnya yang ia ikut tulis liriknya.
"Masih. Royaltinya masih. Royaltinya berasa justru dari ERK," ujar Adrian Yunan saat ditemui di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Advertisement
Adrian menjelaskan, pencatatan royaltinya justru paling rapi datang dari ERK dibanding lembaga manajemen kolektif atau LMK. Ia mendapat data tersebut dari rekan-rekannya di ERK, termasuk Cholil.
"Ini biar teman-teman juga tahu, ada LMK ada apa, tapi aku yang masih rapi pencatatannya tuh justru dari Efek Rumah Kaca sendiri," tuturnya.
Dapat Royalti dari Lagu
Menariknya, lagu-lagu dari album pertama ERK disebut Adrian sebagai yang paling banyak diputar hingga sekarang, sehingga royalti yang ia terima pun masih terasa. Lagu-lagu ini yang membuat Adrian tetap mendapatkan royalti.
"Kebetulan yang masih banyak distreaming itu justru emang dari album pertama. Masih lagu-lagu di album pertama seperti Cinta Melulu, Desember, Sebelah Mata. Itu termasuk yang paling banyak gitu. Jadi selama aku termasuk ikutan nulis lagunya, aku masih dapat royalti," jelasnya.
Dapat Royalti Performing Right
Selain royalti dari streaming, Adrian juga masih mendapat bagian dari performing right, yakni royalti yang didapat dari pertunjukan langsung seperti konser. "Ada, performing right. Ada. Tapi performing right kan emang nggak terlalu besar tapi alhamdulillah lah ya. Selama Efek Rumah Kaca masih jalan, performing right-nya masih berasa," katanya.
Menurut Adrian, aktivitas ERK yang masih rutin manggung turut berdampak pada jumlah streaming lagu-lagu mereka di platform digital. "Bahkan digital pun kan terpengaruh juga karena Efek Rumah Kaca masih konser kan gitu," pungkasnya.