Nasib Orang Utan di Tengah Kebakaran Hutan Kalimantan

oleh Arie BasukiDiterbitkan 05 September 2026, 10:11 WIB
Nasib Orangutan di Tengah Kebakaran Hutan Kalimantan
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam manusia, tetapi juga orang utan yang hidup bergantung pada hutan Kalimantan. Raya dan Rayu, sepasang induk dan bayi orang utan, dievakuasi petugas gabungan BKSDA, TNI, dan OFI di Kotawaringin Timur pada 2 September 2026. Di Ketapang, seekor induk dan anaknya turut diselamatkan dari kawasan terbakar. Evakuasi menjadi upaya menyelamatkan satwa dari api dan asap sekaligus menjaga keberlangsungan orang utan ketika habitat alaminya terus terancam.
Sepasang induk dan bayi orang utan bernama Raya dan Rayu saat dievakuasi oleh petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI, dan Orangutan Foundation International (OFI) di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu, 2 September 2026.. (AFP/ Reina)
Sepasang induk dan bayi orang utan bernama Raya dan Rayu dievakuasi oleh petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI, dan Orangutan Foundation International (OFI) di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu, 2 September 2026.. (AFP/ Reina)
Seekor induk orang utan bersama anaknya sedang dievakuasi oleh petugas akibat kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis, 3 September 2026. (AFP/ Yiari/ kementrian kehutanan)
Seekor induk orang utan bersama anaknya saat dievakuasi oleh petugas akibat kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis, 3 September 2026. (AFP/ Yiari/ kementrian kehutanan)
Seekor induk orang utan bersama anaknya saat dievakuasi oleh petugas akibat kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis, 3 September 2026. (AFP/ Yiari/ kementrian kehutanan)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya