PSS Sleman Kalah di Markas Bali United, Pieter Huistra Protes Penalti

Laga pembuka musim BRI Super League 2026/2027 tak bersahabat bagi PSS Sleman.

oleh Ana DewiDiterbitkan 04 September 2026, 23:48 WIB
Duel udara antara Ricky Fajrin (kiri), dengan Gustavo Tocantins dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). (Dok. PSS)

Liputan6.com, Jakarta - PSS Sleman mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan 1-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam WIB. Hasil ini menutup usaha Super Elja yang baru menemukan gol balasan di penghujung laga.

Tuan rumah membuka keunggulan melalui penalti Teppei Yachida pada menit ke-39 dan menambah skor lewat Queven Inacio di menit ke-66. PSS memperkecil ketertinggalan melalui Melvyn Lorenzen pada masa tambahan waktu, tepatnya menit 90+5.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, menyebut partai pembuka tidak sesuai harapan. Ia menekankan laga tandang di Bali hadir dengan suasana yang ramai dan dukungan suporter yang besar di kedua sisi, seraya menilai keputusan penalti merugikan timnya.

"Ini pertandingan pertama di musim baru dan kami harus menjalani laga tandang di Bali. Anda tahu ini tidak mudah. Banyak penonton dari kedua belah pihak. Senang melihat pendukung Sleman datang memberikan dukungan," ujar Huistra seusai laga.

"Kami berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung dengan penalti tersebut, bahkan sangat tidak beruntung. Menurut saya, itu seharusnya bukan penalti," lanjutnya.


Huistra Soroti Kesalahan Sendiri

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra. (KLY/Bola.com)

Selain mempersoalkan penalti, Huistra menyoroti gol kedua Bali United yang dinilainya lahir dari kekeliruan internal PSS. Ia mengapresiasi respons tim yang tetap mencoba menekan hingga menghasilkan gol, meski sudah terlambat untuk mengejar.

"Gol kedua adalah kesalahan pemain kami sendiri. Hal baiknya, setelah tertinggal 0-2, kami tetap bermain, tetap mencoba, dan akhirnya mencetak gol yang bagus. Namun, itu sudah terlambat," katanya.

Secara umum, Huistra mengakui kualitas permainan PSS belum menyentuh standar yang diinginkan. Ia menegaskan kebutuhan evaluasi karena musim masih panjang dan target perbaikan segera menyasar laga kandang berikutnya.

"Jika melihat kembali permainan yang ingin kami tampilkan, itu belum cukup bagus. Kami ingin bermain lebih baik daripada hari ini. Tapi ini baru laga pertama dan masih banyak pertandingan ke depan. Kami belajar dari sini dan bersiap untuk Minggu depan di kandang melawan Madura," imbuh dia.


Ega Rizky Minta Maaf

Dari sisi pemain, kiper PSS Ega Rizky mengapresiasi kerja seluruh elemen tim. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada suporter karena gagal membawa pulang poin dari Gianyar.

"Saya apresiasi perjuangan rekan-rekan tim PSS, dari pemain hingga staf. Kami sudah berjuang sampai menit terakhir. Mohon maaf kepada suporter karena kami belum meraih tiga poin. Terima kasih. Saya apresiasi sebesar-besarnya kepada suporter yang sudah datang," tuturnya.

Ega juga menjelaskan keputusan beberapa kali keluar dari gawang untuk mengawal ruang belakang pertahanan. Menurutnya, itu merupakan bagian dari skema saat PSS menerapkan pressing dengan garis pertahanan tinggi.

"Ketika kami melakukan pressing dengan garis pertahanan tinggi, kiper memang diwajibkan untuk melakukan cover di belakang, menjadi sweeper. Itu bagian dari antisipasi. Semua strategi kami jalankan dan kami berusaha melakukan yang terbaik," jelas Ega.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya