Biaya Memori iPhone 18 Pro Naik, Harganya bakal Mencekik?

Memori iPhone 18 Pro mengalami kenaikan signifikan hingga membuat Apple membayar empat kali lipat. Apa harganya bakal meroket?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 04 September 2026, 18:03 WIB
iPhone 18 Pro Dirumorkan Punya Warna Andalan Baru, Calon Favorit Pengganti Cosmic Orange. (Doc: MacWorld)

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru dari TrendForce mengungkapkan, Apple bakal membayar empat kali lipat untuk memori iPhone 18 Pro, lebih besar dari biaya model-model sebelumnya.

Namun, Apple disebut tidak akan membebankan biaya sepenuhnya kepada pelanggan dan akan mengandalkan pendapatan dari bisnis Services demi mengimbangi tingginya biaya produksi.

Diwartakan 9to5Mac, Jumat (4/9/2026), raksasa teknologi asal Cupertino ini telah mengumumkan lonjakan harga di sebagian besar produknya pada Juni lalu.

Perusahaan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan harga komponen lain, namun kemungkinan tekanan biaya Bill of Materials (BOM) tetap membengkak. Kenaikan harga jual tampaknya tak bisa dihindari selama biaya perangkat keras tetap tinggi.

Sebelumnya, Apple tidak menaikkan harga model iPhone yang sudah ada di pasaran, namun situasi ini diperkirakan memaksa perusahaan melakukan perubahan pada minggu depan.

TrendForce menyoroti lonjakan drastis biaya memori untuk model-model terbaru tersebut. Biaya memori model Pro berkapasitas 256GB pada kuartal ketiga tahun 2026 diperkirakan akan hampir 400% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan TrendForce menyebutkan kenaikan harga iPhone 18 Pro kemungkinan berada di kisaran USD 100 (sekitar Rp 1,7 juta) dibandingkan dengan iPhone 17 Pro.

 

Bagaimana Nasib iPhone Ultra?

Langkah ini diambil untuk mencegah penurunan frekuensi peningkatan perangkat keras para pengguna, terlebih di tengah ketidakpastian makroekonomi yang membuat konsumen semakin selektif saat berbelanja.

Di sisi lain, TrendForce juga memprediksi harga HP lipat iPhone Ultra mungkin akan dibanderol mulai dari USD 2.299 (sekitar Rp 40,5 juta), dengan varian tertinggi berpotensi menembus angka USD 3.000 (sekitar Rp 52,9 juta).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya