Liputan6.com, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Jerman menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan harga terjadi akibat perang di Iran yang kembali memanas.
Mengutip Anadolu, Jumat (4/9/2026), asosiasi otomotif terbesar di Eropa (ADAC) melaporkan, rata-rata harga bensin jenis E10 secara nasional melonjak hingga 2,215 euro atau sekitar Rp 45.363 (kurs 1 euro setara Rp 20.480) per liter pada Rabu (2/9/2026) waktu setempat.
Advertisement
Angka ini resmi melewati rekor tertinggi sebelumnya sebesar 2,203 euro yang sempat terjadi pada Maret 2022. E10 sendiri merupakan jenis bensin paling murah dan populer di Jerman, dengan selisih harga 5 hingga 6 sen lebih hemat dibanding jenis Super E5.
Selain faktor perang, mengeringnya air di Sungai Rhine juga ikut memicu kenaikan harga. Surutnya sungai penting di Eropa ini membuat biaya jalur transportasi logistik membengkak.
Melonjaknya harga bensin lantas memicu desakan agar pemerintah segera membantu menekan beban para pengendara. Sebenarnya, pemerintah Jerman sempat memberikan subsidi potongan harga bensin sebesar 16,7 sen per liter sepanjang Mei hingga Juni lalu. Namun, Kementerian Keuangan mencatat program tersebut sudah menghabiskan anggaran negara hingga 1,6 miliar euro.
Pemerintah Tolak Perpanjang Subsidi
Pemerintah Jerman menolak memperpanjang subsidi tersebut mengingat kondisi keuangan negara yang sedang defisit akibat paket investasi berbasis utang.
Meski rekor harga bensin terus pecah, angka nominal ini tidak selalu menggambarkan seberapa berat beban masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga barang juga diimbangi dengan kenaikan upah pekerja. Oleh karena itu, badan statistik selalu mengukur daya beli warga lewat perhitungan inflasi yang disesuaikan.
Sebagai dampaknya, tingkat inflasi keseluruhan di Jerman kembali merangkak naik ke angka 2,9% pada Agustus akibat imbas konflik perang Iran.
Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi
Sebelumnya, Pemerintah Malaysia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di negaranya terhitung dari tanggal 3-9 September 2026. Rata-rata, harga BBM di negara tersebut turun 5 sen.
Mengutip laman The Edge Malaysia, Kamis (3/9/2026), harga bbm RON 97 turun menjadi 4,25 ringgit atau sekitar Rp 18.580 per liter, RON 95 menjadi 3,77 ringgit atau Rp 16.482 per liter dan diesel/solar menjadi 4,67 ringgit atau Rp 20.417 per liter. Hitungan dalam rupiah dengan estimasi 1 ringgit setara Rp 4.374.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan, yaitu 1,99 ringgit per liter untuk RON 95 di bawah program Budi 95 dan 2,10 ringgit per liter untuk diesel di bawah program Budi Diesel.
Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan bahwa penurunan harga ini mencerminkan pelemahan harga minyak mentah dunia selama penetapan harga Mekanisme Pengawasan Harga Otomatis (APM), meskipun harga sempat melonjak menjelang akhir periode akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat.
Namun, kementerian menambahkan bahwa pasar produk minyak olahan tetap terbatas meskipun harga minyak mentah Brent telah mereda dari titik tertingginya selama konflik berlangsung.