BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Cilacap

Gempa tersebut memiliki magnitudo 5,3 berdasarkan hasil pemutakhiran parameter dan tidak berpotensi tsunami.

oleh SupriatinDiterbitkan 04 September 2026, 13:52 WIB
Titik gempa di Cilacap

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Gempa tersebut memiliki magnitudo 5,3 berdasarkan hasil pemutakhiran parameter dan tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, gempa bumi tersebut merupakan jenis menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (Normal Fault),” kata Wijayanto, Jumat.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 12.05 WIB dengan kedalaman 69 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 8,27° LS dan 109,02° BT, atau tepatnya di laut sekitar 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap.

Getaran Terasa hingga Wonogiri

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulonprogo.

Pada skala II-III MMI, getaran dirasakan di Pangandaran. Sementara itu, Pacitan, Sleman, dan Wonogiri merasakan gempa dengan intensitas II MMI.

Hingga pukul 12.40.02 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujar Wijayanto.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya