Liputan6.com, Ottawa - Kanada resmi memperkenalkan uang kertas pecahan 20 dolar Kanada yang menampilkan potret Raja Charles III. Uang kertas ini menjadi yang pertama menampilkan wajah raja baru di Kanada dalam lebih dari 70 tahun, setelah wafatnya Ratu Elizabeth II pada 2022.
Dikutip dari BBC, Sabtu (5/9/2026), uang kertas tersebut diperkenalkan dalam acara Bank of Canada pada Kamis. Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem menyebut momen peluncuran itu sebagai “hari yang sangat istimewa”.
Advertisement
Salah satu keunikan uang kertas baru tersebut adalah orientasinya yang dibuat secara vertikal. Pada bagian belakang, terdapat gambar monumen Vimy Ridge di Prancis sebagai penghormatan terhadap peran Kanada dalam Perang Dunia I.
Kanada menjadi negara Persemakmuran pertama di luar Inggris yang menampilkan Raja Charles III pada uang kertasnya sejak sang raja naik takhta.
Sebelumnya, Selandia Baru dan Australia, yang juga merupakan negara Persemakmuran, telah menampilkan Charles III pada koin mereka. Namun, Australia menyatakan tidak akan menampilkan sang raja pada uang kertas.
Sebagai gantinya, Australia berencana mengembangkan desain baru uang kertas 5 dolar yang memberikan penghormatan kepada “budaya dan sejarah” masyarakat Pribumi Australia. Desain tersebut akan menggantikan tampilan saat ini yang menampilkan Ratu Elizabeth II.
Uang kertas baru Kanada juga dihiasi motif bunga dan dedaunan yang menurut Bank of Canada terinspirasi dari dedikasi Raja Charles III sepanjang hidupnya terhadap lingkungan.
Wayne Long, anggota parlemen dari Partai Liberal sekaligus sekretaris negara untuk Canada Revenue Agency, mengatakan saat peluncuran bahwa simbol-simbol pada uang kertas tersebut menjadi pengingat mengenai identitas Kanada sebagai sebuah bangsa dan nilai-nilai yang dijunjung.
Bank of Canada menambahkan, sejumlah elemen dalam desain uang kertas dipilih melalui konsultasi dengan dewan penasihat masyarakat adat.
Pecahan 20 dolar ini menjadi uang kertas vertikal kedua yang diterbitkan Kanada. Uang kertas vertikal pertama adalah pecahan 10 dolar yang menampilkan aktivis hak-hak sipil kulit hitam Viola Desmond.
Desain uang kertas 10 dolar tersebut kemudian terpilih sebagai desain uang kertas terbaik di dunia pada 2018 oleh International Bank Note Society.
Macklem mengatakan uang kertas 20 dolar bergambar Raja Charles III itu akan mulai beredar pada awal tahun depan.
Peluncuran uang kertas baru tersebut berlangsung di tengah perdebatan mengenai hubungan Kanada dengan monarki Inggris. Hasil jajak pendapat menunjukkan banyak warga Kanada meyakini negaranya seharusnya mengakhiri hubungan formal dengan monarki Inggris, terutama di Quebec, provinsi yang mayoritas berbahasa Prancis.
Namun, popularitas monarki mengalami sedikit peningkatan ketika ketegangan antara Kanada dan Amerika Serikat meningkat. Ketegangan tersebut mencakup perang dagang yang masih berlangsung antara kedua negara serta komentar Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan menjadikan Kanada sebagai “negara bagian ke-51”.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya mengundang Raja Charles III untuk membuka parlemen Kanada pada Mei. Saat itu, Carney mengatakan kunjungan tersebut “jelas menegaskan kedaulatan negara kita”.
Raja Charles III merupakan kepala negara Kanada dan diwakili di negara tersebut oleh Gubernur Jenderal Louise Arbour.