Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan saham Jumat, (4/9/2026) mengikuti kenaikan wall street. Kenaikan bursa saham Asia seiring investor mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada September. Sementara itu, yen mempertahankan kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.
Mengutip businesstimes, Jumat pekan ini, indeks saham MSCI Asia Pasifik naik 0,3% dipimpin oleh indeks acuan Korea Selatan. Hal ini terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan akan mendukung kebijakan mempertahankan suku bunga tetap jika tekanan harga terus mereda.
Advertisement
Di antara pergerakan pasar utama, kontrak berjangka (futures) S&P 500 tidak banyak berubah pada pukul 09.02 waktu Tokyo. Kontrak berjangka Hang Seng naik 1,1%, indeks Topix Jepang relatif stabil, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,4%.
Komentar pejabat the Fed sebelumnya memicu reli yang membantu indeks S&P 500 mencatatkan sesi terbaiknya dalam sebulan, sementara indeks Nasdaq 100 naik 1,2%.
Pasar swap memperkirakan peluang yang hampir seimbang untuk kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada September, turun dari sekitar 70% pada awal pekan ini. Imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun, yang sensitif terhadap perubahan suku bunga turun tiga basis poin menjadi 4,34%, sementara indeks dolar AS versi Bloomberg turun ke level terendah sejak Mei pada sesi perdagangan New York.
Harga emas mempertahankan kenaikan dari Kamis, 3 September 2026, diperdagangkan di kisaran US$ 4.475 per ons. Sementara itu, indeks Asia Dollar Bloomberg naik ke level tertinggi sejak 2024.
Perhatian ke Yen
Perhatian di Asia kembali tertuju pada yen, yang menguat sekitar 2% pada Kamis, membalikkan tren penurunan bertahap selama sebulan terakhir.
Para pelaku pasar meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan tetap waspada terhadap risiko intervensi resmi untuk semakin mendongkrak nilai mata uang tersebut. Yen diperdagangkan di kisaran 155,85 per dolar AS setelah sempat menguat hingga level 155,30 pada sesi sebelumnya.
Menurut Krishna Guha dari Evercore, komentar Waller memperkuat sikap The Fed yang bergantung pada data serta memberikan penilaian positif terhadap perkembangan inflasi terkini, menjelang rilis data harga final sebelum pertemuan September.