Liputan6.com, Jakarta - Karya tulis Almira Bastari diangkat ke layar lebar dengan tajuk yang sama yaitu Agensi Rumah Tangga. Film in menawarkan kisah komedi romansa dipadukan dengan drama yang siap menghibur penonton.
Agensi Rumah Tangga dibuka dengan seorang perempuan bernama Katia (Enzy Storia) yang bekerja pada sebuah perusahaan startup, dan ia baru saja dikejutkan dengan pesan yang diterimanya melalui surel. Pesan yang rupanya dari perusahannya itu mengatakan ia harus berhenti bekerja di sana.
Advertisement
Kabar tersebut tentu membuatnya hancur. Berusaha mencari kerja ke sana kemari di tengah banyaknya perusahaan yang sedang mengurangi tenaga kerjanya tentu membuatnya sulit mendapat pekerjaan. Ia pun menganggur hingga enam bulan.
Mendengar cerita warga sekampungnya Bi Minah (Tike Priatnakusumah, Siti (Ummi Quary), tentang bagaimana banyak penyalur asisten rumah tangga yang tidak amanah, memunculkan sebuah ide di kepala Katia untuk membangun usaha penyalur untuk profesi ini.
Ia bersama sahabatnya, Sashi (Fita Anggriani Ilham), perlahan demi perlahan mulai membentuk usaha tersebut yang kemudian dinamakan sebagai Agensi Rumah Tangga. Dari pekerjaan ini pula, ia dipertemukan dengan sang penyanyi terkenal bernama Kafka (Afgansyah Reza) yang membuatnya jatuh hati karena keramahannya dan senyumnya yang manis.
Kesuksesan yang Tak Lepas dari Tantangan
Setelah mengajak perempuan-perempuan dari kampung asal Bi Minah yang minat bekerja sebagai ART di Jakarta, mulai banyak klien-klien yang mempercayai agensi Katia tersebut sebagai penyalur.
Dapat disebut sukses dengan bisnis tersebut, Katia banyak mendapatkan feedback baik maupun buruk dari para kliennya yang bahkan hampir menjebloskan pekerjanya ke jalur hukum
Tidak hanya dari situ, masalah lain pun datang dari sang ibu (Unique Priscilla) yang tidak menyukai pekerjaan baru anaknya itu, membuat Katia merasa terpukul dari sana-sini.
Akankah Katia mampu bertahan menjalani pekerjaannya yang menjadi jalan bagi banyak perempuan di tengah berbagai tantangan yang berdatangan?
Cocok Menjadi HIburan di Tengah Realita
Indonesia dengan film komedinya memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Komedi yang disuguhkan dalam film ini benar-benar berhasil mengocok perut tiap dalam jarak yang singkat.
Dipadukan dengan drama yang membuat penonton ikut merasakan harunya, film ini juga memberikan ruang bagi masing-masing karakter untuk memiliki cerita dan konflik yang dikembangkan dengan cukup baik.
Pesan yang berusaha disampaikan pun dapat terlihat seiring jalannya cerita. Cukup relevan dengan kondisi dalam dunia pekerjaan di Indonesia saat ini, membuat film ini sangat cocok ditonton bagi siapapun, terutama mereka yang mungkin mengalami kondisi serupa untuk sekadar menjadi hiburan di kala suntuk.
Akting Afgan Jadi Kafka Curi Perhatian
Siapa sangka sang penyanyi Tanah Air, Afgan, kembali bintangi film layar lebar setelah film terakhirnya 13 tahun lalu? Meskipun berperan sebagai Kafka yang juga seorang penyanyi di film ini, pemilik nama asli Afgansyah Reza itu juga berhasil curi perhatian melalui adegan romansa dengan lawan mainnya, Enzy Storia, yang memerankan Katia.
Terlahir sebagai penyanyi, tiap kalimat yang ia tuturkan berhasil membuat penonton tersipu malu. Pembawaannya yang lembut dan khas seolah membuat tiap dialog memiliki alunannya sendiri sehingga adegan romantisnya terasa semakin manis.