Putin Bertemu Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Utama Rusia di Asia Tenggara

Ini merupakan kunjungan kedua Prabowo ke Rusia tahun ini dan pertemuan resmi keenamnya dengan Putin, setelah keduanya bertemu di Moskow pada April.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 September 2026, 13:28 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat bertemu di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dam Informasi Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti semakin luasnya hubungan Rusia dan Indonesia, terutama di bidang perdagangan, pertanian, industri, teknologi informasi, dan energi. Hal itu disampaikan Putin dalam pertemuan kerja sambil sarapan bersama Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).

"Indonesia merupakan salah satu mitra utama Rusia di Asia Tenggara. Persahabatan antara kedua negara telah terjalin selama bertahun-tahun. Perdagangan terus berkembang dan tahun lalu nilainya meningkat lebih dari 12 persen. Komisi bersama kedua negara juga terus bekerja. Fokus kami mencakup pertanian, industri galangan kapal, teknologi informasi, dan energi," kata Putin seperti dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Putin menyinggung pula perjanjian perdagangan bebas yang telah ditandatangani antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.

"Jakarta merupakan sahabat lama dan mitra terpercaya kami di ASEAN. Kami juga bekerja sama di berbagai forum, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saya yakin pertemuan hari ini akan bermanfaat dan memberi dorongan baru bagi hubungan kedua negara," ujarnya.

Menurut Putin, hubungan pribadinya dengan Prabowo mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

"Saya ingin berterima kasih karena Anda dapat datang ke Vladivostok dan menghadiri Eastern Economic Forum sebagai tamu kehormatan. Kami sangat senang menyambut Anda, Bapak Presiden," kata Putin.

Eastern Economic Forum digelar pada 1–4 September di kampus Far Eastern Federal University, Vladivostok. Acara ini diselenggarakan oleh Roscongress Foundation dengan dukungan pemerintah Rusia, sementara TASS menjadi mitra informasi utama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya