Jamin Tak Naik, DPRD Ungkap Awal Polemik Tarif Parkir Rp 60 Ribu per Jam

Dishub DKI Jakarta juga minta maaf soal tarif parkir Rp 60 ribu jadi polemik.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 03 September 2026, 11:25 WIB
Sejumlah mobil warga terparkir di IRTI Monas, Jakarta, Rabu (15/2/2023). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan mulai menerapkan tarif disinsentif (tarif parkir tertinggi) di 11 lahan parkir bagi mobil yang tidak lolos uji emisi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - DPRD DKI Jakarta memastikan tak ada kenaikan tarif parkir mobil di wilayah ibu kota menjadi Rp 60 ribu per jam. Angka tersebut sebelumnya muncul dalam kajian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan sempat ramai diperbincangkan publik.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan Dishub DKI telah mengakui adanya kesalahan terkait munculnya kajian tarif parkir tersebut.

“Dishub juga menjawab bahwa istilahnya ini merupakan kesalahan dari mereka juga. Ya, akhirnya ini tidak ada kenaikan. Kita memastikan tidak ada kenaikan untuk tarif parkir,” kata Nova dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/9/2026).

 

Asal Usul Isu Tarif Rp 60 Ribu/Jam

Nova menyampaikan persoalan tarif parkir Rp 60 ribu hanyalah salah satu poin dalam pembahasan saat rapat Komisi B DPRD DKI terkait evaluasi kinerja Dishub. Pasalnya, usulan kenaikan tarif parkir tersebut sempat menjadi perhatian publik.

Menurut Nova, angka Rp 60 ribu itu sebelumnya pernah dibahas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Kajian itu berasal dari Dishub DKI yang kemudian disampaikan kepada Bapenda.

“Ternyata itu pernah dibahas di Bapenda, ya. Dan ini merupakan kajian dari Dishub yang menyampaikan ke Bapenda,” ucap Nova.

Sayangnya, kata Nova walaupun kajian tersebut pernah dibahas di Bapenda, Komisi B DPRD DKI tidak mengetahui adanya kajian tersebut. Karena itu, pihaknya meminta Dishub menjelaskan dasar munculnya kajian mengenai kenaikan tarif parkir.

“Dan kami dari Komisi B tidak mengetahui hal tersebut. Dan secara langsung kami tanyakan, bahwa dasarnya apa untuk masalah kenaikan,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya