IHSG Berpotensi Melejit, Cek Rekomendasi Saham Analis 3 September 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.476-6.705. Ini strategi rekomendasi saham pada perdagangan saham Kamis, (3/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 September 2026, 07:19 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (3/9/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.635-6.666. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham hari ini?

IHSG melemah tipis 0,06% ke 6.595 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, area penguatan terdekat yang disampaikan sudah tercapai pada perdagangan saham Rabu, 2 September 2026.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave © sehingga terdapat peluang lanjutan penguatan untuk menguji 6.635-6.666 sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.476, 6.373 dan level resistance 6.635,6.705 pada Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 6.440-6.635.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI terkoreksi 1,92% ke 1.275 dan disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan. “Kami perkirakan, posisi ARCI sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.195-1.250

Target Price: 1.340, 1.430

Stoploss: below 1.170

 

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Trading Buy

Saham BBRI menguat 0,30% ke 3.390 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus MA200. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan BBRI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ujar dia.

Trading Buy: 3.250-3.340

Target Price: 3.420, 3.470

Stoploss: below 3.230

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

3.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness

Saham BRMS terkoreksi 1,37% ke 720 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang mengecil. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi BRMS sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) pada label hitam.

Buy on Weakness: 660-690

Target Price: 790, 830

Stoploss: below 650

 

4.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Sell on Strength

Saham BRPT terkoreksi 0,55% ke 1.820 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah Moving Average (MA)20 harian.

“Kami perkirakan, posisi BRPT saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii], sehingga BRPT masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menuju ke 1.535-1.620,” ujar Herditya.

Sell on Strength: 1.825-1.840

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 2 September 2026

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (2/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham teknologi pimpin penguatan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.753.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,06% menjadi 6.596,77. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,39% menjadi 651,87. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 6.629,54 dan terendah 6.561. Sebanyak 321 saham melemah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 186 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.456.899 kali dengan volume perdagangan saham 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.753.

Dari 11 sektor saham, sektor saham teknologi memimpin penguatan. Sektor saham teknologi menanjak 3,74%. Sementara itu, sektor saham keuangan naik 0,63%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,53%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,37% dan sektor saham transportasi bertambah 0,35%.

Sementara itu, sektor saham basic turun 1,34%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur tergelincir 0,95%, sektor saham industri turun 0,81%, sektor saham energi merosot 0,63%, sektor saham properti susut 0,39% dan sektor saham kesehatan turun 0,23%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya