Kondisi Kereta Api di Sumut Usai Sinabung Erupsi

Eskalasi aktivitas vulkanik Gunung Sinabung tercatat mulai meningkat signifikan sejak Senin.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 02 September 2026, 14:27 WIB
Kereta api. (Photo by Husam El Haq on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Sinabung di Kabupaten Karo sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terhadap kelancaran jalur transportasi umum di Sumatera Utara. Kendati sebaran abu vulkanik menyelimuti sebagian wilayah dan sempat memicu pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayahnya berjalan normal.

Eskalasi aktivitas vulkanik Gunung Sinabung tercatat mulai meningkat signifikan sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WIB, ketika gunung tersebut meletus hebat dengan menyemburkan kolom abu tinggi menjulang mencapai 3.500 meter di atas puncak.

Gejolak perut bumi tersebut terus berlanjut hingga Rabu (2/9/2026) dini hari, yang ditandai dengan semburan abu setinggi 1.000 meter serta terekamnya beberapa kali gempa vulkanik. Kondisi ini membuat Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung resmi menaikkan status kebencanaan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Menanggapi dinamika kebencanaan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre I Sumatera Utara bergerak melakukan penyisiran dan mitigasi di sepanjang lintasan rel guna menjamin keselamatan perjalanan seluruh armada kereta api. Langkah proaktif dilakukan dengan memeriksa kondisi prasarana fisik serta memperkuat komunikasi intensif bersama para petugas lapangan.

"Pasca-terjadinya erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026) lalu, KAI Divre I Sumatera Utara langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan ke sejumlah prasarana jalan rel. Selain itu, kami juga berkoordinasi intensif dengan para masinis yang mengoperasikan KA di lintas terkait guna mengantisipasi kemungkinan gangguan jarak pandang akibat sebaran abu vulkanik," ujar Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan menyeluruh di lapangan, paparan abu vulkanik dipastikan tidak mengganggu area krusial operasional kereta api. Ruang gerak masinis serta kondisi lintasan dinilai masih sangat ideal untuk melakukan perjalanan harian tanpa kendala berarti.

Anwar menambahkan bahwa puluhan perjalanan armada penumpang setiap harinya masih melaju sesuai dengan jadwal yang ditetapkan tanpa ada pembatalan maupun penundaan.

"Dampak sebaran abu vulkanik dipastikan tidak mengenai kawasan stasiun maupun jalur operasional kereta api yang dikelola oleh KAI Divre I Sumatera Utara. Jarak pandang masinis di seluruh lintas operasional juga dalam batas aman untuk mendukung keselamatan perjalanan. Setiap harinya, KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan 20 perjalanan kereta api penumpang, dan seluruhnya hingga saat ini tetap berjalan normal dan aman," beber Anwar.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya