Liputan6.com, Jakarta - Wisata alam liar Indonesia turut masuk dalam jajaran pengalaman terbaik di dunia berkat kekayaan satwa yang hidup di habitat alaminya. Dua pengalaman dari Indonesia dan kawasan Borneo tercatat dalam Wildlife Experience Index, pemeringkatan yang menyoroti perjalanan untuk menyaksikan satwa liar secara langsung di alam.
Disusun perusahaan perjalanan Bailey Robinson, daftar tersebut mencakup 30 pengalaman wisata liar dari berbagai destinasi. Penilaiannya mempertimbangkan enam aspek, yakni kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, serta peluang wisatawan mengamati hewan di habitat alaminya.
Advertisement
Menariknya, delapan dari 10 pengalaman yang berada di posisi teratas melibatkan spesies terancam punah. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pengalaman wisata alam yang dinilai istimewa, melansir Euronews, Selasa, 1 September 2026.
Kehadiran Indonesia dalam daftar tersebut memperlihatkan bahwa wisata satwa tak selalu identik dengan destinasi safari populer. Hutan tropis Asia Tenggara menawarkan pengalaman berbeda melalui perjumpaan dengan satwa langka di lingkungan yang masih alami.
Kondisi geografis yang beragam juga memungkinkan wisatawan menjelajahi habitat dengan karakter unik, dari kawasan hutan tropis hingga wilayah yang sulit dijangkau.
Selain kesempatan melihat hewan, perjalanan semacam ini mengajak wisatawan mengenal habitat, perilaku, serta upaya pelestariannya. Kelangkaan satwa, kondisi alam, dan keterbatasan akses membuat pengalaman tersebut terasa lebih eksklusif sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kehidupan liar.
Badak Jawa dan Orangutan Jadi Daya Tarik Wisata Alam Indonesia
Pengalaman melihat badak Jawa di Indonesia menempati peringkat kelima dalam Wildlife Experience Index dengan skor 85 dari 100. Perjalanan ini berlangsung di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, habitat alami terakhir bagi Rhinoceros sondaicus.
Badak Jawa merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Seluruh populasi liarnya saat ini hanya ditemukan di kawasan tersebut, sehingga kesempatan mengamatinya menjadi pengalaman yang sangat istimewa.
Karakter badak Jawa yang pemalu dan habitatnya yang luas membuat wisatawan harus mengikuti proses pelacakan bersama pendamping serta mematuhi ketentuan kawasan konservasi. Tantangan tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik wisata alam liar.
Sementara itu, pengalaman mengamati orangutan Kalimantan di Borneo berada di posisi kedelapan dengan skor 84. Wisatawan diajak menjelajahi hutan tropis untuk menyaksikan satwa ikonik ini di habitat alaminya.
Dari Gorila Gunung hingga Penguin Kaisar
Posisi pertama dalam Wildlife Experience Index ditempati trekking gorila di Rwanda atau Uganda dengan skor 90 dari 100. Pengalaman ini mendapat nilai sempurna untuk peluang perjumpaan dengan satwa karena wisatawan didampingi pelacak berpengalaman.
Untuk menjaga kelestarian habitat, Rwanda membatasi izin trekking hingga 96 permit per hari. Sementara itu, Bwindi National Park di Uganda hanya mengizinkan maksimal delapan orang mengunjungi setiap keluarga gorila yang telah terbiasa dengan kehadiran manusia.
Di posisi kedua, ekspedisi melihat penguin kaisar di Antarktika meraih skor 88,5. Keterpencilan dan eksklusivitas menjadi daya tarik utama karena perjalanan berlangsung di salah satu lingkungan paling terpencil di dunia.
Antelop saiga di Kazakhstan berada di peringkat ketiga dengan skor 87, menawarkan kesempatan mengamati satwa dengan nilai konservasi tinggi. Sementara itu, pencarian macan tutul salju di Ladakh atau Himalaya menempati posisi keempat dengan skor 85,5.
Satwa Langka Jadi Daya Tarik Wisata Dunia
Posisi keenam ditempati pengalaman melihat badak hitam di Namibia atau Kenya dengan skor 84,5. Selanjutnya, ekspedisi mengamati beruang kutub di Svalbard meraih skor 84 dan berada di peringkat ketujuh, setara dengan pengalaman bertemu orangutan Kalimantan di Borneo.
Gorila dataran rendah timur di Republik Demokratik Kongo menempati posisi kesembilan, sementara safari anjing liar Afrika di Botswana atau Tanzania melengkapi 10 besar.
Dominasi destinasi di Asia dan Afrika menunjukkan kuatnya daya tarik kawasan dengan ekosistem yang masih menjadi rumah bagi satwa langka. Pengalaman tersebut tidak hanya menawarkan kesempatan melihat hewan liar, tetapi juga memperkenalkan wisatawan pada lingkungan tempat mereka hidup.
Aspek konservasi turut menjadi perhatian. Sebagian besar pengalaman dalam daftar melibatkan spesies terancam, sementara lokasi yang terpencil memberikan nilai tambah berupa pengalaman yang lebih eksklusif dan dekat dengan alam.