Nadine Chandrawinata Ungkap Pengalaman Jadi Aktivis Lingkungan, Termasuk Tantangan di Pemda

Nadine Chandrawinata alami beberapa tantangan sebagai seorang aktivis lingkungan.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 02 September 2026, 11:57 WIB
Nadine Chandrawinata, memegang mic dalam acara peluncuran film dokumenter "Energi Untuk Negeri" yang diselenggarakan di kawasan Jakarta, (1/9/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam acara peluncuran Film Dokumenter Energi Untuk Negeri yang dihelat di kawasan Jakarta pada (1/9/2026), Nadine Chandrawinata membagikan ceritanya sebagai seorang aktivis lingkungan. Ia menceritakan bahwa dirinya mengalami beberapa permasalahan salah satunya adalah sulitnya mensosialisasikan kepada masyarakat.

Ia menyebut diperlukan contoh atau pilot project kepada orang-orang bahwa transisi energi itu bisa dilakukan.

“Permasalahannya yang bermacam-macam. Salah satu salah satunya adalah ya mensosialisasikannya itu tambeng-tambeng banget ya gitu.Tapi ya seperti Bu Santy bilang, emang harus ada contohnya, harus ada pilot-nya supaya bisa ngasih tahu kepada generasi yang dulu sama generasi yang sekarang bahwa memang bisa kok tapi mau atau tidak, pilihannya itu,” kata Nadine.

Selain itu tantangan yang dihadapi Nadine dan tim aktivis lingkungan terjadi di saat pergantian pemimpin daerah karena mereka harus menjelaskan kembali.

“Tapi memang dari pengalaman saya ke beberapa tempat itu memang sangat sulit sekali buat kita untuk berkolaborasi ke pemerintahan daerahnya sih. Setiap pergantian walikota atau bupatinya, kita harus menjelaskan lagi dan dan itu yang membuat kita jadi mundur mundur dulu baru maju lagi,” ucap Nadine.

Meskipun begitu Nadine menyebut bahwa anak-anak muda menyambutnya dengan keinginan untuk menjadi lebih baik.

“Anak-anak mudanya sih seru-seru. Terus kita sampai datengin ke rumah-rumah itu semua pada support, pada pengen gitu, pengen menuju yang ke lebih baik. Karena juga dengan mengingat ya BBM juga susah didapat, kemudian untuk mencari air bersihnya juga susah gitu,” ujar Nadine.


Perubahan Memang Tak Mudah

Nadine juga menceritakan bahwa ia dan tim sedikit kesulitan lantaran belum bisa meyakinkan masyarakat bahwa transisi energi akan lebih baik.

“Dengan keluhan-keluhan itu, mereka pasti pengen suatu yang lebih mudah, lebih ringkas dengan kondisi sekarang. Tapi tetap balik lagi pilar-pilar terkuat adalah di pemerintahan yang mana dapat tongkatnya diestafetkan kepada daerah. Dan kepala daerah ini yang membantu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakatnya. Nah, pada saat kolaborasi kita ingin ciptakan, itu kita sedikit sulit karena tidak bisa meyakinkan bahwa ini akan lebih baik,” ungkapnya.

Lanjut Baca:

Namun begitu ia tahu menjelaskan bahwa perubahan memang tidak mudah. Selain itu ia pun mengatakan bahwa sudah ada pilot atau contoh di beberapa titik. “Tapi memang yang namanya awal dan perubahan itu pasti kan enggak enak ya, susah gitu. Nah, untuk untuk bertahan di kerikil-kerikil pada perubahan itu, itu sulit sekali untuk kami di regional. Gitu. Jadi ada beberapa titik yang kita coba kasih pilotnya itu ya. Dan memang ya tipis-tipis,” ujar Nadine.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya