Liputan6.com, Jakarta - Teknologi robotik terus berkembang dan mulai menyasar kehidupan sehari-hari, termasuk lingkungan rumah. Salah satu inovasi terbaru datang dari AiMOGA Robotics melalui Mobo, robot pendamping keluarga berbasis embodied intelligence yang untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik dalam ajang World Robot Conference (WRC) 2026.
Kehadiran Mobo di WRC 2026 memberikan kesempatan kepada pelaku industri dan pengunjung untuk melihat secara langsung kemampuan robot yang dirancang khusus untuk beradaptasi dengan lingkungan rumah.
Advertisement
Berbeda dengan robot yang umumnya dipamerkan secara statis, Mobo terlihat aktif bergerak mengelilingi area pameran bersama Argos, robot anjing berkaki empat yang turut mendampinginya.
Mobo juga menunjukkan kemampuan bergerak melalui aksi tari yang luwes. Aksi tersebut bahkan menarik perhatian pengunjung, termasuk anak-anak yang ikut menari dan berinteraksi bersama robot tersebut.
Interaksi ini memperlihatkan bagaimana Mobo tidak hanya mengedepankan kemampuan teknologi, tetapi juga dirancang agar dapat berinteraksi secara lebih ramah dan natural dengan manusia.
President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan pengembangan Mobo merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi robotik.
“AiMOGA terus membangun pemahaman dan kepercayaan publik melalui penerapan robot dalam berbagai skenario layanan publik. Kami juga terus menyempurnakan produk dan mengembangkan robot cerdas untuk lingkungan rumah yang mudah digunakan dan terjangkau,” ujar Zhang.
Menurutnya, teknologi embodied intelligence diharapkan dapat semakin mudah dikenali dan digunakan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu pembeda Mobo dibandingkan robot pintar pada umumnya. Jika robot di lingkungan industri bekerja dalam kondisi yang relatif terstandarisasi dan memiliki proses terstruktur, lingkungan rumah justru jauh lebih dinamis.
Orang, ruangan, benda, hingga kebutuhan penghuni rumah dapat berubah setiap saat. Karena itu, robot yang ditujukan untuk penggunaan di rumah dituntut mampu mengenali lingkungan, memahami situasi, serta menentukan tindakan yang sesuai.
Mobo dikembangkan dengan konsep tersebut. Robot ini tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi dirancang untuk mengenali orang, memahami lingkungan sekitar, menganalisis situasi, dan mengambil tindakan.
Salah satu teknologi yang menjadi bagian penting dari kemampuan Mobo adalah Vision Language Model (VLM). Teknologi ini memungkinkan Mobo memadukan informasi visual dan audio untuk mengenali sekaligus memahami objek, manusia, dan lingkungan di dalam rumah.
Kemampuan tersebut kemudian dipadukan dengan agent-based task planning. Dengan teknologi ini, Mobo tidak hanya memahami kebutuhan yang disampaikan, tetapi juga dapat menguraikan kebutuhan tersebut menjadi sejumlah tugas dan menyelesaikannya secara mandiri.
Mobo juga dilengkapi fitur long-term memory. Fitur tersebut memungkinkan robot merekam dan memahami preferensi serta riwayat interaksi dengan anggota keluarga.
Dengan demikian, kemampuan Mobo ditargetkan berkembang dari sekadar memahami satu instruksi menjadi kemampuan untuk memahami dinamika rumah secara lebih menyeluruh.
Pendekatan ini membuka peluang baru bagi penerapan embodied intelligence, khususnya untuk membantu aktivitas keluarga sehari-hari.
Mobo tidak hanya ditujukan sebagai perangkat hiburan atau teman di rumah. Robot ini juga dikembangkan untuk memberikan manfaat praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa fungsi yang ditawarkan antara lain membantu mengatur jadwal, merencanakan kegiatan, memberikan pengingat, hingga membantu berbagai aktivitas harian.
Sebagai contoh, Mobo dapat mengingatkan anggota keluarga untuk mengonsumsi obat. Anggota keluarga yang sedang berada di luar rumah juga dapat memantau kondisi rumah secara jarak jauh melalui aplikasi.
Untuk lansia, Mobo dapat berperan sebagai teman berbicara, memberikan informasi, sekaligus membantu mengingatkan berbagai aktivitas harian.
Sementara bagi anak-anak, Mobo menawarkan pengalaman interaksi melalui bahasa, pembelajaran, dan hiburan interaktif.
Dengan kemampuan mobilitas, persepsi, dan interaksi tersebut, Mobo diposisikan sebagai asisten rumah tangga yang dapat membantu keluarga tanpa menggantikan peran anggota keluarga.
Mobo Diproyeksikan Jadi "Anggota Baru" Keluarga
AiMOGA Robotics melihat penerapan embodied intelligence di rumah sebagai pengembangan jangka panjang. Melalui Mobo, robot tidak lagi sekadar menjadi perangkat pintar yang menerima perintah, tetapi dapat terlibat lebih aktif dalam kehidupan keluarga.
Kemampuan memahami lingkungan dan beradaptasi dengan rutinitas diharapkan membuat interaksi antara manusia dan robot berlangsung secara lebih natural.
Dalam jangka panjang, Mobo bahkan diarahkan untuk dapat menjadi semacam "anggota baru" dalam keluarga melalui interaksi dan pendampingan yang berlangsung terus-menerus.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan dalam pengembangan robot rumah tangga. Robot tidak hanya dituntut mampu melakukan tugas tertentu, tetapi juga memahami konteks lingkungan tempat robot tersebut beroperasi.
Setelah diperkenalkan kepada publik melalui WRC 2026, Mobo dijadwalkan memasuki tahap produksi massal pada akhir 2026.
Produk tersebut nantinya akan dipasarkan secara daring maupun luring untuk pasar domestik dan global. Langkah ini diharapkan dapat membawa teknologi embodied intelligence ke lebih banyak rumah.
Debut Mobo di WRC 2026 menjadi demonstrasi publik pertamanya sekaligus menunjukkan arah pengembangan AiMOGA Robotics di sektor robot pendamping keluarga.
Dengan menggabungkan kemampuan memahami lingkungan, merencanakan tugas, mengingat interaksi, bergerak, dan berkomunikasi, Mobo dikembangkan bukan hanya untuk berinteraksi dengan manusia, tetapi juga memahami dan bertindak sebagai pendamping cerdas bagi keluarga.