Liputan6.com, Jakarta - Rasa sayang kepada ibu tidak selalu mudah diucapkan lewat kata-kata. Hal ini pun hendak diangkat dalam film Falcon Pictures yang akan tayang di bioskop pada 24 September mendatang, Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?.
Tak hanya lewat akting para pemain, kehangatan hubungan ibu dan anak ikut diangkat lewat sebuah kampanye media sosial mengenai film ini. Warganet diajak mengunggah foto bersama ibu atau foto sang ibu, dilengkapi caption berisi cerita singkat dan caption Apa Jadinya Aku Tanpa Ibu?, lalu menandai akun resmi media sosial Falcon Pictures.
Advertisement
“Karena itu kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut bercerita. Cukup dengan sebuah foto dan beberapa kalimat tentang Apa Jadinya Aku Tanpa Ibu?. Kelihatannya sederhana, tetapi saya yakin di balik setiap foto pasti ada cerita yang sangat personal dan emosional,” ujar Herwin, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com pada Senin (31/8/2026).
Menariknya, sebanyak 100 foto terbaik dari seluruh unggahan yang masuk akan dipilih untuk ditampilkan pada bagian akhir film Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?.
Sutradara Herwin Novianto menilai keterlibatan masyarakat dalam film ini menjadi sesuatu yang istimewa. "Karena itu kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut bercerita.
Ungkapan Sayang untuk Ibunda
Herwin berharap, pengalaman emosional tersendiri muncul dari kehadiran 100 foto masyarakat di penghujung film.
Kedekatan sosok ibu dengan kehidupan setiap orang menjadi alasan utama Herwin membuka ruang partisipasi ini. Kisah tentang ibu, menurutnya, seharusnya tidak berhenti sebagai cerita fiksi semata di layar lebar.
Ia menambahkan, "Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa mengatakan bahwa kita sayang kepada ibu. Mudah-mudahan melalui film ini, kita bisa berhenti sebentar, melihat ibu kita, memeluknya, dan mengatakan bahwa kita tidak tahu bagaimana hidup kita tanpa beliau," tutur Herwin.
Tentang Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? dibintangi oleh Marsha Timothy, Fara Shakila, Praz Teguh, Ivan Gunawan, Sara Wijayanto.
Berkisah tentang seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai perancang gaun pengantin yang menghadapi diagnosis bahwa dirinya tak akan hidup lama. Ia bertekad menghabiskan sisa waktunya untuk membahagiakan putrinya sekaligus mempersiapkannya agar mampu hidup mandiri.