IHSG Berpeluang Melejit ke 6.599, Simak Rekomendasi Saham 1 September 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan. Berikut strategi rekomendasi saham pada perdagangan saham Selasa, (1/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 September 2026, 07:00 WIB
Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa, (1/9/2026). IHSG hari ini diprediksi naik ke 6.599-6.666. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,11% ke 6.525, dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 31 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG sedang berada pada awal wave v dari wave © sehingga masih berpeluang menguat ke posisi 6.599-6.666.

“Namun, worst case (merah), posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, cermati area koreksi IHSG yang kami perkirakan berada pada rentang 6.289-6.352,” ujar Herditya dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.373,6.272 dan level resistance 6.599,6.705 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.440-6.635.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness

Saham BBNI menguat 2,12% ke 3.860 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.750-3.810

Target Price: 3.940, 4.020

Stoploss: below 3.660

 

2.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Trading Buy

HRUM menguat 0,54% ke 925 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi HRUM saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (iii).

Trading Buy: 910-920

Target Price: 970, 1.010

Stoploss: below 905

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

3.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Trading Buy

Saham INET menguat 2,94% ke 350 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi INET saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (iii).

Trading Buy: 340-350

Target Price: 370, 388

Stoploss: below 334

 

4.PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) - Buy on Weakness

Saham SIDO bergerak flat ke 352 dan didominasi oleh volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi SIDO saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 334-340

Target Price: 366, 386

Stoploss: below 330

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 31 Agustus 2026

Pekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Senin, (31/8/2026). IHSG hari ini ditutup naik tipis di tengah transaksi harian saham sentuh Rp 25 triliun dan nilai tukar tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.723.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat 0,11% menjadi 6.525,47. Indeks saham LQ45 bertambah 0,31% menjadi 643,82. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG tersebut lebih mencerminkan technical rebound dan bargain hunting, bukan perubahan fundamental sentimen secara drastis.

Beberapa sentimen yang mewarnai pergerakan hari ini menurut Nafan, pertama, investor masih mencerna sinyal hawkish Ketua The Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh yang menegaskan inflasi Amerika Serikat (AS) masih cukup tinggi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS kembali meningkat.

"Ini membuat dolar AS dan yield Treasury menguat sehingga menjadi faktor penahan bagi IHSG,”ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Ilustrasi IHSG (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Faktor kedua, Nafan menuturkan, ada rebalancing MSCI yang efektif pada akhir Agustus membuat volatilitas dan transaksi saham-saham tertentu meningkat, sekaligus mendorong investor bersikap wait and see.

"Namun, tekanan tersebut berhasil diimbangi oleh bargain hunting pada saham-saham yang sudah terkoreksi cukup dalam, termasuk masuknya kembali dana asing pada sesi pertama yang tercatat net buy sekitar Rp183,6 miliar, dengan BBRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli asing,” kata dia.

Selain itu, sentimen regional juga relatif membantu karena terdapat indikasi meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dan harga minyak yang lebih rendah.

 

Transaksi Harian Saham

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.528,09 dan level terendah 6.476,17. Sebanyak 392 saham menguat sehingga angkat IHSG. 233 saham melemah dan 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.390.820 kali dengan volume perdagangan saham 51,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25 triliun. Sedangkan posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.723.

Transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun hari ini dipicu transaksi jumbo di pasar negosiasi. Tercatat di pasar negosiasi, transaksi saham MBMA mencapai Rp 1,9 triliun. Saham MBMA turun 0,72% menjadi Rp 555 per saham. Total frekuensi perdagangan saham tujuh kali dengan volume perdagangan saham 34.513.762 saham. Harga saham MBMA berada di level tertinggi dan terendah Rp 555 per saham.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 1,66%, dan catat koreksi terbesar. Diikuti sektor saham basic melemah 0,40% dan sektor saham teknologi turun 0,16%.

Sementara itu, sektor saham industri bertambah 1,46%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 1,12%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,29%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,21%.

Lalu sektor saham keuangan melonjak 0,67%, sektor saham properti melambung 0,53%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,64% dan sektor saham transportasi naik 0,47%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya