Emiten SSMS Raup Pendapatan Rp 9,6 Triliun hingga Semester I 2026

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) catat pendapatan tumbuh 36,5% dan laba naik 30,80% pada semester I 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 September 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Liputan6.com, Jakarta - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (1/9/2026), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 9,65 triliun hingga Juni 2026. Pendapatan tersebut naik 36,50% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,07 triliun.

Beban pokok penjualan naik 29,54% menjadi Rp 5,87 triliun dari semester I 2025 sebesar Rp 4,53 triliun.

Seiring hal itu, laba bruto naik 48,94% dari Rp 2,53 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 3,77 triliun pada semester I 2026.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 1,57 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 653,15 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 574,10 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 465,62 miliar. Perseroan meraih keuntungan atas nilai wajar aset biologis Rp 145,88 miliar hingga semester I 2026.

Perseroan meraup laba usaha Rp 1,68 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 29,58% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,29 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan pendapatan keuangan menjadi Rp 63,52 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 22,49 miliar. Beban keuangan naik menjadi Rp 389,35 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 309,09 miliar. Perseroan merauk keuntungan atas entitas asosiasi sebesar Rp 1,26 miliar dari semester I 2025 rugi Rp 13,06 miliar.

Perseroan mencatat laba periode berjalan diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 30,80% menjadi Rp 904,41 miliar hingga Juni 2026 dari Juni 2025 sebesar Rp 691,44 miliar.

Seiring hal itu, laba per saham perseroan naik menjadi Rp 94,95 pada semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 72,59.

 

Aset SSMS

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Total ekuitas turun menjadi Rp 2,8 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 2,9 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 12,13 triliun hingga semester I 2026 dari Desember 2025 Rp 10,64 triliun.

Aset perseroan naik menjadi Rp 15,02 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 13,59 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 673,55 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 874,05 miliar.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Senin, 31 Agustus 2026, harga saham SSMS naik 1,09% menjadi Rp 925 per saham. Harga saham SSMS dibuka stagnan di Rp 915 per saham. Saham SSMS berada di level tertinggi Rp 935 dan terendah Rp 905 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.205 kali dengan volume perdagangan 105.032 saham. Nilai transaksi Rp 9,7 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya