Pelabuhan Ciwandan Layani Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

Pelabuhan Ciwandan menangani ekspor Wind Mill Tower dengan volume 269.006 MT sepanjang Januari-Agustus 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Agustus 2026, 19:45 WIB
Pelindo Regional 2 Banten memperkuat Pelabuhan Ciwandan sebagai gerbang ekspor Wind Mill Tower dan oversized cargo. (Dok Pelindo)

Liputan6.com, Jakarta - Pelabuhan Ciwandan terus memperkuat perannya sebagai salah satu pintu distribusi logistik untuk general cargo berdimensi khusus atau oversized cargo dari Indonesia ke pasar global.

Melalui Pelindo Regional 2 Banten, Pelabuhan Ciwandan secara konsisten menangani aktivitas ekspor Wind Mill Tower atau komponen menara turbin angin.

Penanganan komponen berukuran besar tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur pelabuhan yang kuat. Selain itu, proses bongkar muat juga membutuhkan peralatan berkapasitas besar serta ketelitian tinggi untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman dan efisien.

Pelabuhan Ciwandan memiliki dermaga dan peralatan bongkar muat yang mendukung kebutuhan penanganan kargo berukuran khusus. Penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi bagian penting dalam kegiatan operasional.

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2025 Pelindo Regional 2 Banten menangani general cargo berupa Wind Mill Tower dengan total volume 347.850 metrik ton (MT). Kargo tersebut dikirim ke sejumlah negara, termasuk Kanada.

Kinerja tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Agustus 2026, volume Wind Mill Tower yang ditangani Pelabuhan Ciwandan telah mencapai 269.006 MT dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten Achmad Yoga Suryadarma mengatakan capaian tersebut menunjukkan kesiapan pelabuhan dalam menangani kebutuhan industri manufaktur dan energi.

“Aktivitas bongkar muat untuk komoditas Wind Mill Tower memiliki kompleksitas tersendiri yang membutuhkan keandalan alat dan kompetensi tenaga operasional di lapangan. Keberhasilan kami mencatatkan tren pelayanan ratusan ribu MT kargo tiap tahunnya membuktikan bahwa ekosistem logistik di Pelabuhan Ciwandan siap dan andal untuk menangani proyek-proyek general cargo besar skala internasional,” ujar Achmad Yoga Suryadarma, dikutip Senin (31/8/2026).

Tangani Kargo Berukuran Besar dengan Standar K3

Pelindo Regional 2 Banten memperkuat Pelabuhan Ciwandan sebagai gerbang ekspor Wind Mill Tower dan oversized cargo. (Dok Pelindo)

Wind Mill Tower merupakan komponen berukuran besar yang digunakan dalam pembangunan turbin angin. Karakteristik kargo tersebut membuat proses pengangkutan dan bongkar muat membutuhkan penanganan khusus.

Pelabuhan Ciwandan mengandalkan dukungan infrastruktur, peralatan bongkar muat, serta tenaga operasional untuk memastikan proses penanganan kargo berjalan sesuai standar.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, volume penanganan Wind Mill Tower telah mencapai 269.006 MT. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pengiriman komponen energi terbarukan melalui Pelabuhan Ciwandan masih berlangsung.

Kelancaran kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama antara Pelindo, pengguna jasa, dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai logistik.

Achmad Yoga mengatakan kepercayaan pengguna jasa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas tersebut.

Menurut dia, pengalaman menangani kargo berdimensi besar menjadi modal bagi Pelabuhan Ciwandan untuk melayani kebutuhan industri yang membutuhkan layanan logistik khusus.

Dengan dukungan infrastruktur dan kompetensi tenaga operasional, Pelabuhan Ciwandan terus dioptimalkan untuk menangani berbagai jenis general cargo dan oversized cargo, termasuk komponen industri energi terbarukan.

Pelabuhan Ciwandan Diproyeksi Jadi Andalan Oversized Cargo

Pelindo Regional 2 Banten memperkuat Pelabuhan Ciwandan sebagai gerbang ekspor Wind Mill Tower dan oversized cargo. (Dok Pelindo)

Pelindo Regional 2 Banten berkomitmen melanjutkan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan di Pelabuhan Ciwandan.

Penguatan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri yang membutuhkan distribusi barang berukuran besar, termasuk proyek-proyek manufaktur dan energi dengan tujuan pasar internasional.

Yoga menilai capaian penanganan Wind Mill Tower tidak hanya menunjukkan kapasitas operasional pelabuhan, tetapi juga merupakan hasil kerja sama dengan pengguna jasa.

Sinergi tersebut dibutuhkan untuk memastikan setiap tahapan dalam rantai pasok, mulai dari kedatangan kargo hingga proses bongkar muat dan pengiriman berikutnya, dapat berjalan dengan baik.

Dengan volume penanganan yang mencapai ratusan ribu MT, Pelabuhan Ciwandan memiliki pengalaman dalam mendukung kebutuhan logistik proyek berskala besar.

Ke depan, fasilitas pelabuhan tersebut akan terus dioptimalkan agar dapat menjadi pilihan bagi pelaku industri yang membutuhkan layanan distribusi maupun ekspor oversized cargo dan berbagai komoditas general cargo lainnya.

Penguatan layanan tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran rantai pasok industri di Indonesia, termasuk sektor energi terbarukan yang membutuhkan infrastruktur logistik untuk mendistribusikan komponen berukuran besar.

Bagi Pelindo Regional 2 Banten, kemampuan menangani Wind Mill Tower menjadi salah satu bukti bahwa Pelabuhan Ciwandan memiliki kapasitas untuk mendukung aktivitas logistik berskala internasional sekaligus menjadi mitra bagi industri dalam memenuhi kebutuhan distribusi kargo khusus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya