Liputan6.com, Jakarta - Angin puting beliung menerjang Kampung Pariyaan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Senin (31/8/2026). Peristiwa yang terjadi tepat pukul 12.00 WIB tersebut menerbangkan material atap dan merusak tiga rumah.
Insiden berawal saat para pemilik rumah baru saja pulang bekerja dan hendak beristirahat. Warga melaporkan suara gemuruh angin kencang yang seketika mengangkat struktur atap bagian depan bangunan. Panik melihat atap rumahnya terhempas, para penghuni langsung menyelamatkan diri ke bagian belakang bangunan.
Advertisement
"Puing-puing berupa genteng, asbes, hingga kayu usuk dan reng berjatuhan," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriono.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
"Berdasarkan data sementara sedikitnya ada tiga rumah warga yang rusak akibat dihantam angin puting beliung. Untuk korban jiwa tidak ada," tambah Puriono.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo langsung bergerak ke titik lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat (assessment) kerusakannya. Tim gabungan yang terdiri dari Camat Jangkar, Polsek, Koramil, Tagana Dinsos, Pemdes Sopet, serta relawan warga bahu-membahu mengamankan lokasi dan membantu pembersihan puing.
Pihak BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat fenomena angin kencang tergolong sering melanda wilayah Situbondo.
"Saat ini kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan, dan penanganan lanjutan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,"paparnya.