Tambang Emas Pani Produksi, Pendapatan Merdeka Gold Resources Melonjak 369 Kali

Merdeka Gold Resources mencatat pendapatan US$30,9 juta dan EBITDA US$17 juta pada semester I 2026 berkat peningkatan produksi emas Pani.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Agustus 2026, 16:45 WIB
Tambang PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). (Foto: Merdeka Gold Resources)

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada semester I 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kontribusi Tambang Emas Pani yang mulai berproduksi secara komersial pada kuartal I 2026.

EMAS membukukan pendapatan sebesar US$30,9 juta sepanjang semester I 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 369 kali lipat dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$83.786.

Jika dibandingkan secara kuartalan, pendapatan pada semester I 2026 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan kuartal II mencapai sekitar 11 kali lipat dibandingkan kuartal I 2026 yang sebesar US$2,6 juta.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas penambangan, pengolahan, hingga volume penjualan emas.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P. Abidin menjelaskan, semester I 2026 menjadi periode penting bagi EMAS, seiring kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercermin pada pendapatan dan EBITDA Perseroan.

"Kinerja ini menunjukkan bahwa ramp-up Pani pada kuartal II 2026 berjalan sesuai target, didukung peningkatan produksi dan volume penjualan. Fokus kami tetap pada percepatan produksi, peningkatan kinerja operasional, serta eksekusi fase pertumbuhan Pani berikutnya secara disiplin,” ujar dia, Senin (31/8/2026).

Dari sisi produksi, EMAS mencatat kenaikan lebih dari delapan kali lipat secara kuartalan menjadi 15.594 ounce pada kuartal II 2026. Total produksi emas selama semester I 2026 mencapai 17.412 ounce.

Produksi dan Penjualan Emas Terus Meningkat

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melaksanakan penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. (Foto Merdeka Gold Resources)

Selain produksi, volume penjualan emas EMAS juga mengalami peningkatan signifikan. Pada kuartal II 2026, penjualan mencapai 6.439 ounce, naik tajam dibandingkan 516 ounce pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan volume penjualan tersebut turut menopang kinerja operasional perusahaan. Pada semester I 2026, EMAS mencatatkan margin laba kotor sebesar 44 persen dengan EBITDA mencapai US$17 juta.

Perusahaan kini menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya di Tambang Emas Pani melalui pengembangan proyek Carbon-in-Leach (CIL).

Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas pengolahan jangka panjang sekaligus mendukung peningkatan perolehan emas.

Konstruksi CIL pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah rampung pada akhir Juni 2026. Sementara itu, keseluruhan CIL pad ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.

Fasilitas CIL ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka panjang Tambang Emas Pani.

Memasuki semester II 2026, EMAS memperkirakan produksi akan terus meningkat seiring kenaikan laju penambangan, volume stacking, dan perolehan emas. Kondisi tersebut diharapkan kembali menopang volume penjualan dan kinerja operasional perusahaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya