Rotasi Besar Jose Mourinho Tak Turunkan Kualitas Real Madrid

Jose Mourinho melakukan rotasi besar saat Real Madrid menghadapi Malaga

oleh Asad ArifinDiterbitkan 31 Agustus 2026, 12:34 WIB
Gelandang Real Madrid asal Inggris, Jude Bellingham (#05), merayakan gol pertama timnya bersama rekan setimnya, bek asal Inggris, Trent Alexander-Arnold (#12), dan penyerang asal Brasil, Vinicius Junior (#07), dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho melakukan perubahan besar dalam susunan pemain Real Madrid pada jornada ketiga La Liga 2026/2027. Namun, rotasi tersebut tidak mengurangi kualitas permainan Los Blancos saat menghadapi Malaga di Santiago Bernabeu.

Real Madrid justru meraih kemenangan telak 4-0. Jude Bellingham, gol bunuh diri Alfonso Herrero, Kylian Mbappe, dan Arda Guler menjadi penentu kemenangan tim ibu kota.

Mourinho sebelumnya mempertahankan komposisi utama dalam dua pertandingan pertama musim ini. Kali ini, ia melakukan perubahan di hampir seluruh lini, yang diduga berkaitan dengan padatnya jadwal pertandingan.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuan. Hasilnya, Real Madrid tetap mampu menjaga performa dan meraih kemenangan meyakinkan.


Mourinho Bongkar Komposisi Utama Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memeluk Jude Bellingham setelah sang pemain ditarik keluar di tengah laga melawan Malaga di Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (30/8/2026). (AFP/Thomas Coex).

Perubahan dimulai dari lini belakang dengan masuknya Trent Alexander-Arnold dan Marc Cucurella untuk pertama kalinya sebagai starter musim ini. Keduanya menggantikan Denzel Dumfries dan Alvaro Carreras yang sebelumnya mendapat kepercayaan Mourinho.

Mourinho juga mengubah pasangan bek tengah dengan menurunkan Antonio Rudiger menggantikan Ibrahima Konate. Laga melawan Malaga sekaligus menjadi penampilan perdana Rudiger sebagai starter musim ini.

Di lini tengah, Eduardo Camavinga dipercaya menggantikan Bernardo Silva. Pemain asal Prancis itu kemudian berduet dengan Federico Valverde dalam skema double pivot.

Perubahan paling menarik terjadi di sisi kanan serangan. Mourinho mencadangkan Arda Guler dan memilih Brahim Diaz, sementara Yan Diomande yang sebelumnya banyak diperbincangkan juga tidak menjadi pilihan utama.


Rotasi Jadi Ajang Pembuktian Pemain Pelapis

Para pemain Real Madrid merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Keputusan Mourinho memberikan gambaran mengenai kedalaman skuad Real Madrid yang ingin ia manfaatkan sepanjang musim. Para pemain yang mendapat kesempatan menjadi starter harus membuktikan bahwa mereka mampu menjaga standar permainan ketika para pemain utama diistirahatkan.

Hasilnya terlihat dari skor akhir di Santiago Bernabeu. Real Madrid mampu mencetak empat gol tanpa kebobolan, dengan Bellingham, Mbappe, Guler, serta gol bunuh diri Herrero memastikan kemenangan meyakinkan.

Rotasi tersebut juga memberi Mourinho lebih banyak pilihan dalam menentukan komposisi tim. Performa pemain seperti Rudiger, Cucurella, Alexander-Arnold, Camavinga, dan Brahim Diaz dapat menjadi pertimbangan dalam menghadapi jadwal yang semakin padat.

Pada saat yang sama, keberhasilan rotasi membuat persaingan internal di skuad Real Madrid semakin menarik. Mourinho kini memiliki bukti bahwa perubahan susunan pemain tidak otomatis menurunkan level tim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya