Korban Banjir Bandang Nepal Mulai Dikremasi dan Dimakamkan Massal

oleh Arie BasukiDiterbitkan 31 Agustus 2026, 12:24 WIB
Korban Banjir Bandang Nepal Mulai Dikremasi dan Dimakamkan Massal
Proses kremasi dan pemakaman massal mulai dilakukan di Nepal setelah banjir bandang menerjang wilayah Himalaya dan menewaskan sedikitnya 797 orang. Sejumlah jenazah dibawa petugas kesehatan untuk dikremasi di Distrik Chitwan pada 31 Agustus 2026. Sehari sebelumnya, pemakaman massal berlangsung di Devghat, Chitwan. Di tengah proses pemakaman, tim penyelamat masih menyisir kawasan berlumpur untuk mencari korban. Lebih dari 3.000 orang masih hilang di Nepal dan Tibet.
Petugas kesehatan membawa jenazah korban banjir bandang untuk dikremasi di luar kamar jenazah di distrik Chitwan, Nepal, Senin, 31 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Petugas kesehatan membawa jenazah korban banjir bandang untuk dikremasi di luar kamar jenazah di distrik Chitwan, Nepal, Senin, 31 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Pekerja membawa bagian tubuh korban saat pemakaman massal para korban banjir bandang mematikan di Devghat, Distrik Chitwan, Nepal, Minggu, 30 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Personel kepolisian bekerja di lokasi pemakaman massal korban banjir di Devghat, Distrik Chitwan, Nepal, Minggu, 30 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Personel kepolisian bekerja di lokasi pemakaman massal korban banjir di Devghat, Distrik Chitwan, Nepal, Minggu, 30 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Personel kepolisian berjalan melewati makam korban banjir tak dikenal yang diberi tanda nomor di lokasi pemakaman massal di Devghat, Distrik Chitwan, Nepal, Minggu, 30 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Makam korban banjir tak dikenal yang diberi tanda nomor di lokasi pemakaman massal di Devghat, Distrik Chitwan, Nepal, Minggu, 30 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Seorang ayah meratapi kematian putranya akibat banjir bandang di luar kamar jenazah di distrik Chitwan, Nepa,l Senin, 31 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)
Warga meratapi kerabat mereka yang hilang pascabanjir bandang, di luar kamar jenazah di distrik Chitwan, Nepal, Senin, 31 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya