Liputan6.com, Jakarta - Suasana dini hari di Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, mendadak mencekam. Warga mendengar suara pecahan kaca hingga empat kali dari sebuah rumah, disusul teriakan minta tolong.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (30/8/2026). Tak lama setelah mendengar suara mencurigakan itu, warga mendatangi rumah dan mendapati api sudah membesar.
Advertisement
Di dalam rumah tersebut terdapat dua kakak beradik, Oktananda Putra Ilham (15) dan Anindya Putri Ilham (11). Keduanya diduga terjebak di dalam kamar saat kebakaran terjadi.
Kepala Desa Budi Aji, Nurul Ihsan, mengatakan warga pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar suara pecahan kaca dan teriakan dari rumah korban.
"Berawal tetangga mendengar suara pecahan kaca empat kali dan teriakan minta tolong sekali," kata Ihsan.
Warga kemudian berusaha mendekati rumah untuk melakukan pertolongan. Namun, api telah membesar dan merambat ke sejumlah ruangan.
Upaya penyelamatan juga terkendala kondisi pintu rumah yang terkunci dari dalam. Warga tidak dapat segera masuk untuk mengevakuasi kedua korban.
"Diketahui oleh tetangga api sudah membesar dan sudah merambat beberapa ruangan, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam hingga warga gagal untuk menyelamatkan kedua bocah naas itu," jelasnya.
Warga berupaya memadamkan kobaran api secara manual sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Mesuji.
Tim Damkarmat tiba di lokasi sekitar pukul 02.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas bersama warga melakukan proses pendinginan.
Kedua korban baru dapat dievakuasi setelah kondisi rumah dinyatakan cukup aman.
"Evakuasi baru bisa dilakukan setelah tim Damkarmat bersama warga berhasil memadamkan kobaran api," kata Ihsan.
Oktananda dan Anindya ditemukan di dalam kamar. Keduanya telah meninggal dunia akibat kebakaran.
"Keduanya ditemukan di dalam kamar sudah meninggal dunia dalam keadaan hangus," lanjutnya.
Ihsan mengatakan, orang tua korban sedang tidak berada di rumah ketika kebakaran terjadi.
Kondisi itu membuat kedua korban diduga kesulitan menyelamatkan diri ketika api mulai membesar. Sementara itu, warga yang datang ke lokasi juga tidak dapat langsung masuk karena pintu rumah terkunci dari dalam.
Kebakaran tersebut tidak hanya merenggut nyawa dua kakak beradik. Bangunan rumah juga mengalami kerusakan berat dengan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan kronologi pasti peristiwa tersebut.
"Untuk sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian," tandasnya.