Liputan6.com, Jakarta - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Perkasa 05 mengalami mati mesin di bagian kiri saat berlayar dari Dermaga LCM Gilimanuk menuju Dermaga LCM Ketapang, Banyuwangi pada Sabtu (29/8/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kapal mengangkut 38 orang—terdiri dari 25 penumpang (23 dewasa, 2 anak-anak) dan 13 kru kapal—serta 19 unit kendaraan logistik (17 truk dan 2 pikap).
Gangguan teknis terjadi di tengah perairan Selat Bali, sekitar 15,48 mil laut dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi.
Advertisement
Seluruh penumpang langsung dipindahkan secara aman ke KMP Trima Jaya yang berlayar tepat di belakang kapal korban, lalu dievakuasi menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.
Menurut Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Banyuwangi, Novix Heryadi, Tim Siaga Basarnas Banyuwangi diterjunkan ke Pelabuhan ASDP Ketapang untuk memastikan seluruh penumpang selamat tanpa cidera. Penumpang kemudian diantar kembali ke Dermaga LCM untuk mengambil kendaraan mereka.
"Kami memastikan seluruh 38 orang di dalam kapal dalam kondisi selamat dan aman. Koordinasi lintas instansi berjalan cepat sehingga proses evakuasi dan penyandaran kapal berjalan lancar," ujar Novix, Minggu (30/8/2026)
Perbaikan Kapal Berjam-jam
Setelah perbaikan darurat di tengah laut selesai, KMP Perkasa 05 akhirnya berhasil sandar mandiri di Dermaga LCM Ketapang sekitar pukul 20.00 WIB.
Penanganan darurat ini melibatkan sinergi tim gabungan dari Basarnas Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Polairud Polresta Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, Polsek Pelabuhan Ketapang, ASDP Ketapang, BKK Kelas 1 Probolinggo, serta kru KMP Trima Jaya.
" Alhamdulillah seluruh penumpang selamat dan kapal berhSil sandar di Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi," tambahnya