Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menggelar All-Russian Festival Night of Cinema ke-11 di Russian House, Jakarta. Festival yang terbuka dan gratis untuk umum tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan film-film Rusia kepada masyarakat Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Russian House Jakarta menayangkan film Cheburashka 2, yang mengisahkan petualangan makhluk ajaib bernama Cheburashka dan berbagai pelajaran tentang kehidupan yang dibawanya.
Advertisement
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov mengatakan, perfilman memiliki peran penting sebagai bagian dari kebudayaan sekaligus sarana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai negara dan bangsa.
"Saya percaya perfilman adalah elemen penting dari sebuah budaya dan juga salah satu bentuk seni yang penting untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai negara dan bangsa," kata Tolchenov dalam acara tersebut, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, film dapat menjadi medium untuk membantu masyarakat memahami budaya, nilai-nilai, serta pandangan hidup yang berkembang di negara lain.
Tolchenov mengatakan, sebagai seorang diplomat, membangun dialog dan saling pengertian merupakan hal penting dalam menjalin hubungan antarnegara. Upaya tersebut, menurut dia, tidak hanya dapat dilakukan melalui negosiasi atau pertemuan resmi, tetapi juga melalui pertukaran budaya.
"Hal tersebut tidak hanya bisa diwujudkan melalui negosiasi atau percakapan resmi, tetapi juga melalui pertukaran budaya, buku, pertunjukan teater, dan tentu saja film. Hari ini saya akan memperkenalkan Cheburashka," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tolchenov turut mengenang popularitas karakter Cheburashka yang telah dikenalnya sejak kecil. Ia mengatakan karakter tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya populer Rusia dan bahkan dikenal hingga ke luar negeri, termasuk Jepang yang pernah memproduksi serial tentang Cheburashka.
Ia juga membandingkan popularitas karakter tersebut dengan sejumlah tokoh animasi yang dikenal luas, seperti ogre dalam film Shrek, serta karakter dalam film animasi Indonesia Jumbo.
Menurut Tolchenov, Cheburashka merupakan karakter fantasi yang memiliki sifat baik dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya, meskipun terkadang digambarkan sebagai sosok yang ceroboh.
"Kami punya Cheburashka. Ia adalah karakter fantasi, tetapi sangat baik. Ia adalah makhluk kecil berbulu yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang," katanya.
Tolchenov berharap penayangan Cheburashka 2 dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi para penonton sekaligus memperkenalkan sisi lain perfilman Rusia kepada masyarakat Indonesia.
Ia berharap penonton dapat menikmati film tersebut dan melihat bahwa film-film Rusia juga membawa pesan tentang kebaikan dan kebahagiaan.
Cheburashka 2 Film Menceritakan Soal Apa?
Cheburashka adalah sebuah makhluk fantasi yang bertubuh seperti beruang tapi memiliki telinga yang besar. Ia yang sungguh ceroboh tinggal bersama Gena, bapak tua yang kaku dan akan selalu marah kepadanya apabila ia membuat kesalahan atau kerusuhan. Setiap Gena marah, Cheburashka atau Chebi ini akan melihat Gena sebagai buaya ganas.
Tema yang diangkat dari film petualangan ini adalah rasa kasih sayang yang ditunjukkan dan juga pemahaman bahwa hidup akan lebih bisa dinikmati apabila berhenti berpikiran sesuatu yang buruk akan terjadi.
Chebi iri kepada karakter Sonya, anak perempuan manja yang tidak pernah dimarahi oleh Rimma, neneknya, setiap membuat kecerobohan karena hal ini sangat berbanding terbalik dari kondisinya dan Gena. Grisha, cucu Gena, juga merasa perhatian orang tuanya berkurang lantaran ia akan punya adik.
Setelah mencoba hidup dengan Sonya, Chebi sadar bahwa amarah yang Gena berikan kepadanya adalah demi kebaikannya. Sang nenek juga sadar bahwa Sonya harus ditegur jika membuat kekacauan atau berperilaku manja. Orang tua Grisha juga meluruskan kepadanya kalau meskipun ia akan punya adik, Grisha akan tetap menjadi anak mereka yang terus mereka sayangi.
Gena pun menemukan kedamaiannya. Sering kali Gena terpikirkan mendiang istrinya yang sangat memahaminya dan mengajarkannya untuk hidup di masa yang sekarang, tidak perlu selalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti.
Para audiens mulai dari orang dewasa sampai anak-anak yang hadir turut tertawa dan ikut terharu sampai menangis selama menonton film keluarga ini. Saat film berakhir, para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah.