Kapolri: Serikat Buruh Rumah Kedua Saya

Dia mengaku memiliki kedekatan dengan serikat buruh.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 28 Agustus 2026, 18:08 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadiri acara penutupan Rakernas Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa serikat buruh telah menjadi rumah kedua baginya setelah kepolisian. Dia mengaku kedekatan itu semakin terjalin seiring intensitas pertemuan dengan para pekerja.

Hal ini diungkapkan oleh Listyo dalam acara penutupan Rakernas Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

"Saya merasa bahwa semakin hari semakin saya bertemu dengan rekan-rekan buruh, memang tanpa saya sadari bahwa ini menjadi rumah kedua saya," kata Listyo dalam sambutannya.

Menurut Listyo, sebagai bagian dari rumah kedua, dirinya memiliki kewajiban untuk memastikan kesejahteraan dan kenyamanan para anggota keluarga di dalamnya.

"Oleh karena itu, kewajiban bagi kita, begitu kita akan memasuki sebuah rumah, rumahnya harus nyaman, anggota keluarga di dalamnya juga harus sejahtera," katanya.

Diangkat Jadi Anggota Kehormatan

Dalam kesempatan ini, Listyo juga diangkat sebagai anggota kehormatan KSBSI. Pengangkatan ini berdasarkan keputusan Rakernas KSBSI yang digelar di Jakarta.

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyebut, pengangkatan tersebut merupakan apresiasi sekaligus mencerminkan kedekatan yang telah terjalin antara KSBSI dan Polri.

Menurut Elly, Listyo selama ini memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri yang diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan pelayanan terhadap para pekerja di seluruh Indonesia.

“Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi di seluruh provinsi dan di seluruh daerah,” ucapnya.

Bagi Elly, kehadiran Desk Ketenagakerjaan menjadi unsur penting untuk membangun hubungan industrial yang lebih baik, terutama melalui pendekatan yang humanis dan mengedepankan dialog.

“Kami masih ingin melihat pendekatan yang humanis terus diperkuat. Ketika terjadi persoalan hubungan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah dialog sosial,” tuturnya.

Elly berharap, Polri terus menjadi institusi yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan serikat buruh. Selain itu, dia berharap Polri dapat menjadi mitra hubungan industrial yang damai.

“Di SK Bapak nanti kami tidak menyebut Bapak sebagai Kapolri, tetapi nama Bapak, supaya Bapak tetap kami pelihara selama-lamanya. Selamat datang di keluarga KSBSI,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya