Sasar Penduduk Rentan, Kemendagri Terbitkan 726 Dokumen di Palu

Layanan jemput bola menyasar SLB, kelurahan, hingga rumah sakit untuk memastikan warga mendapat dokumen kependudukan.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 24 Agustus 2026, 15:28 WIB
Sebanyak 726 dokumen administrasi kependudukan diterbitkan melalui layanan jemput bola bagi penduduk rentan di sejumlah lokasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 726 dokumen administrasi kependudukan diterbitkan melalui layanan jemput bola bagi penduduk rentan di sejumlah lokasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Layanan tersebut dilakukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Dukcapil Kota Palu pada 18-22 Agustus 2026.

Petugas mendatangi sejumlah lokasi, mulai dari Sekolah Luar Biasa (SLB), kelurahan, hingga fasilitas kesehatan. Selain menerbitkan dokumen, layanan tersebut sekaligus digunakan untuk melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penduduk.

Wakil Ketua Tim Identitas Penduduk pada Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sesario Fernandes, mengatakan layanan jemput bola dilakukan untuk memastikan penduduk rentan tetap memperoleh hak atas dokumen kependudukan.

“Pelayanan jemput bola ini kami lakukan untuk memastikan penduduk rentan tetap mendapatkan hak atas dokumen kependudukan," ujar Sesario.

Menurut dia, pelayanan langsung ke masyarakat merupakan bagian dari transformasi pelayanan Dukcapil agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

726 Dokumen Diterbitkan

Pada 19 Agustus 2026, pelayanan di SLB Cahaya Nurani menghasilkan 255 dokumen. Layanan tersebut meliputi perekaman dan pencetakan KTP-el, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta biodata penduduk.

Sehari kemudian, layanan di Kelurahan Pantoloan Boya menghasilkan 279 dokumen. Dokumen yang diterbitkan mencakup KTP-el, KK, KIA, IKD, Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI), akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan.

Sementara pada 22 Agustus 2026, pelayanan di SLB Bhakti Putra dan RSUD Madani menghasilkan 192 dokumen berupa KTP-el, KK, KIA, IKD, dan biodata penduduk.

Dengan demikian, total dokumen yang diterbitkan dalam tiga hari pelayanan lapangan mencapai 726 dokumen.

 

Pentingnya Kolaborasi Pusat dan Daerah

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sulawesi Tengah Andi Hajidin mengatakan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah penting untuk memperluas akses pelayanan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan secara langsung.

Selain memberikan pelayanan, petugas juga dapat memeriksa kondisi data penduduk di lapangan.

“Data kependudukan yang akurat menjadi fondasi bagi berbagai pelayanan publik. Karena itu, pelayanan harus mendatangi masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Andi.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Palu Walawati menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Sekretaris Dinas Dukcapil Kota Palu Fajarini menambahkan, layanan jemput bola membantu warga yang selama ini menghadapi kendala dalam mengakses pelayanan administrasi kependudukan.

Selain penerbitan dokumen, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan data penduduk tetap akurat dan mutakhir sebagai dasar berbagai layanan pemerintah.

Sesario mengatakan pelayanan Dukcapil ke depan perlu menggabungkan layanan langsung dengan pemanfaatan teknologi digital.

“Dokumen kependudukan merupakan pintu masuk masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan. Karena itu, negara harus memastikan setiap penduduk memiliki identitas yang sah, datanya benar, dan dapat diperbarui ketika terjadi perubahan,” katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya