Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Keyakinan tersebut didukung kekayaan alam Indonesia yang melimpah, termasuk cadangan emas dan gas.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 27 Agustus 2026, 22:58 WIB
Prabowo di Muktamar NU

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan bangkit dan menjadi negara yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, keyakinan tersebut didukung kekayaan alam Indonesia yang melimpah, termasuk cadangan emas dan gas.

"Saya telah lihat hasil-hasil kita, kita temukan ladang-ladang gas, ladang-ladang emas yang luar biasa kekayaan kita. Saudara-saudara, percaya sama saya beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit luar biasa dan tidak akan ada yang bisa membendung kita," jelas Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Namun, Prabowo menilai kekayaan alam saja tidak cukup untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara kaya. Menurut dia, pemerintah harus berani memberantas korupsi karena praktik tersebut menyebabkan kekayaan negara mengalir ke luar negeri.

"Yang penting kita harus berani memberantas korupsi, kita harus berani memberantas korupsi. Karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita dibawa lari keluar negeri. Tapi kita mulai menutup kita mulai menghentikan itu," ujarnya.

Selain pemberantasan korupsi, Prabowo menyebut penghematan anggaran sebagai salah satu upaya memperkuat keuangan negara. Dia mengatakan pemerintah telah menghemat ratusan triliun rupiah yang kemudian dialokasikan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan.

"Insya Allah negara kita akan tambah kuat dari penghematan penghematan kita. Sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin yang paling tidak berdaya," jelas Prabowo.

Pamer Capaian Pemerintah

Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah sejak dirinya menjabat sebagai Presiden. Salah satunya adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan dalam dua tahun, sementara pemerintah kini mendorong kemandirian energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Prabowo juga menyoroti perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau 62 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Meski masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya, pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

"Yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia," lanjutnya.

Selain program pangan dan energi, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah, kata dia, juga akan memastikan berbagai barang bersubsidi dapat diterima masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Prabowo kembali menekankan pentingnya pemberantasan korupsi dan penghematan anggaran agar kekayaan negara dapat lebih banyak dirasakan masyarakat. Menurutnya, langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah telah menghasilkan penghematan hingga ratusan triliun rupiah.

"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya," kata Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya