Cari Rumah Dekat Kawasan Industri Cikarang? Cicilan Mulai Rp 1,7 Juta

Permintaan hunian di Bekasi meningkat. Meikarta menawarkan rumah di Cikarang dengan cicilan mulai Rp 1,7 jutaan per bulan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 Agustus 2026, 18:55 WIB
Meikarta menawarkan hunian di Cikarang dengan cicilan mulai Rp 1,7 jutaan per bulan yang flat hingga lunas.

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi kini menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih rumah. Selain harga, lokasi, aksesibilitas, hingga jarak menuju tempat kerja ikut menentukan kenyamanan dan kemampuan seseorang mempertahankan hunian dalam jangka panjang. Tren ini turut mendorong minat terhadap kawasan penyangga Jakarta, termasuk Bekasi dan Cikarang.

Riset Indonesia Property Watch yang dirilis pada awal 2026 menunjukkan Bekasi menjadi salah satu wilayah yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan semakin terbatasnya pilihan rumah dengan harga terjangkau di Jakarta.

Sementara itu, data 123 PropInsight yang menganalisis permintaan rumah tapak berdasarkan enquiry aktual di platform Rumah123 pada April 2025 hingga Juni 2026 menunjukkan adanya permintaan dari pekerja kawasan industri, khususnya di koridor Cikarang-Cibitung. Permintaan juga datang dari masyarakat yang bekerja di Jakarta dan membutuhkan akses dari kawasan penyangga.

Perkembangan kawasan industri dan pusat ekonomi membuat hunian yang berdekatan dengan tempat kerja semakin relevan. Bagi pekerja, lokasi tempat tinggal tidak hanya menentukan jarak, tetapi juga waktu tempuh dan biaya transportasi harian.

Cikarang menjadi salah satu kawasan utama di Koridor Timur Jakarta dengan aktivitas industri dan ekonomi yang tinggi. Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian bagi pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut maupun wilayah sekitarnya.

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, Indra Azwar menjelaskan, dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting.

"Karena itu, kami melihat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan bagi masyarakat,” ujar dia dikutip Kamis (27/8/2026). 

 

Masalah Lokasi dan Besarnya Cicilan

KPR FLPP Meikarta bisa menjadi pilihan rumah pertama dengan DP mulai 1%, bunga tetap 6%, dan tenor hingga 30 tahun. (Dok Meikarta)

Untuk memberikan alternatif kepemilikan rumah di Koridor Timur Jakarta, Meikarta menawarkan skema cicilan mulai sekitar Rp 1,7 jutaan per bulan yang flat hingga lunas.

Skema cicilan tetap tersebut memberikan kepastian nominal pembayaran sehingga calon pembeli dapat memperkirakan pengeluaran secara lebih terukur. Dengan begitu, masyarakat dapat menyusun anggaran cicilan sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Meski demikian, besaran cicilan aktual akan menyesuaikan dengan unit yang dipilih, uang muka, tenor, serta hasil evaluasi dan persetujuan pembiayaan.

“Kami ingin memberikan pilihan yang lebih mudah direncanakan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasanyang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Cicilan sekitar Rp1,7 jutaan yang flat hingga lunas diharapkan dapat membuat perencanaan kepemilikan hunian menjadi lebih terukur,” kata Indra.

Menurutnya, faktor lokasi dan kemampuan mengatur cicilan menjadi bagian penting dalam keputusan membeli rumah. Terlebih bagi masyarakat yang setiap hari harus bepergian menuju kawasan industri maupun Jakarta.

 

Alternatif Hunian

Meningkatnya minat terhadap kawasan Bekasi menunjukkan bahwa pertimbangan dalam membeli rumah semakin bergeser. Masyarakat tidak hanya melihat harga, tetapi juga menimbang lokasi, akses menuju tempat kerja, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari.

Bagi pekerja di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi berpotensi membuat perjalanan harian lebih efisien.

Meikarta melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk memberikan alternatif hunian bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus mendekatkan diri dengan pusat aktivitas ekonomi.

“Kepemilikan hunian bukan hanya tentang membeli sebuah unit, tetapi juga memilih tempat untuk membangun kehidupan. Karena itu, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi melalui skema cicilan yang lebih mudah,” tutur Indra.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya