AliExpress Ketahuan Lacak Pengguna Lewat Suara

AliExpress dapat memantau pengguna dengan memanfaatkan teknik pemrosesan audio latar belakang. Simak untuk tahu cara mengatasinya.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 27 Agustus 2026, 12:00 WIB
Sejumlah wisatawan berfoto di depan logo Alibaba saat mengunjungi kantor pusat di Hangzhou, China, yang merupakan salah satu perusahaan layanan e-commerce terbesar di dunia. (Liputan6.com/Iwan Triono)

Liputan6.com, Jakarta - Platform belanja online AliExpress diketahui menggunakan teknik pemrosesan audio latar belakang untuk memantau aktivitas pengguna dan melacak profil perangkat. Metode ini menjaga aliran audio tetap aktif di browser meski volume dimatikan.

Dilansir Ubergizmo, Kamis (27/8/2026), hal tersebut kemudian berhasil menciptakan sidik jari digital yang akurat.

Trik ini pertama kali terbongkar oleh seorang pengembang perangkat lunak yang mengalami gangguan koneksi saat menggunakan earphone Bluetooth.

Koneksi earphone gagal beralih antara komputer dan ponsel setiap kali tab AliExpress terbuka, dan kembali berfungsi ketika halaman ditutup.

Hasil analisis kode sumber menunjukkan adanya pengoperasian Web Audio API pada AliExpress untuk membuat grafik pemrosesan suara. Jalur ini aktif membangun koneksi menuju keluaran audio sistem operasi di latar belakang.

Akibatnya, fitur bawaan browser seperti mute tab gagal menghentikan aktivitas tersebut. Sinyal suara senyap lalu diproses untuk mengukur perbedaan yang sangat kecil.

Audio Fingerprinting dan Profil Perangkat

Teknik yang dikenal sebagai audio fingerprinting itu bertujuan mengenali ciri khas perangkat dan bukan merekam suara lingkungan sekitar. Hasil sinyalnya bervariasi tergantung pada prosesor, kartu suara, driver audio, hingga versi browser.

Informasi ini kemudian digabungkan dengan data WebGL, resolusi layar, koneksi WebRTC, hingga pola pergerakan mouse pengguna.

 

Cara Menjaga Diri

Platform online seringkali memakai fingerprinting untuk mencegah penipuan dan mendeteksi bot serta sebagai alternatif pengganti cookie pihak ketiga.

Namun, para pengamat privasi menyebutkan praktik ini beroperasi secara diam-diam tanpa persetujuan pengguna serta dapat menghindari pembersihan cache secara manual.

Untuk melindungi diri, pengguna disarankan memakai browser dengan privasi lebih aman seperti Brave dan Mozilla Firefox. Hingga kini, Alibaba belum secara resmi mengubah mekanisme pelacakan tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya