Liputan6.com, Jakarta - Merek otomotif asal China, Aiva, tengah menyiapkan gebrakan baru di pasar kendaraan listrik. Merek yang berada di bawah naungan Chongqing Saidou Technology tersebut dikabarkan sedang membahas kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) untuk mengadopsi teknologi battery swapping pada kendaraan produksinya.
Teknologi battery swapping memungkinkan baterai kendaraan listrik (EV) yang sudah habis ditukar dengan baterai lain yang telah terisi penuh. Dengan metode ini, pengguna tidak perlu menunggu proses pengisian daya seperti pada sistem charging konvensional.
Advertisement
Mengutip CarNewsChina, Rabu (26/8/2026), Aiva merupakan merek independen di bawah Chongqing Saidou Technology, perusahaan yang sebelumnya bernama Chongqing Landian Technology.
Rencana penggunaan teknologi tukar baterai tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan. Jika terealisasi, Aiva akan menggabungkan kendaraan listrik, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta ekosistem battery swapping milik CATL.
Aiva telah menyiapkan model pertamanya yang diberi nama Aiva ME7. Kendaraan ini dikabarkan akan diperkenalkan sebelum akhir 2026, sementara pemesanan awal diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027.
Menariknya, Aiva tidak hanya membidik pasar domestik China. ME7 juga disiapkan untuk pasar internasional.
Seluruh produk Aiva ditargetkan bermain di segmen kendaraan dengan harga di atas 200.000 yuan atau sekitar Rp 500 jutaan.
Rencana pengembangan teknologi battery swapping juga tidak terlepas dari dukungan finansial yang diterima perusahaan. Chongqing Saidou Technology baru memperoleh tambahan modal sekitar 6,671 miliar yuan atau setara Rp 17 triliun.
Dalam struktur kepemilikannya, aset milik pemerintah daerah Chongqing menjadi pemegang saham terbesar, disusul Seres Group. CATL juga memiliki kepemilikan melalui platform investasinya.
Dari sisi produksi, Seres akan memberikan dukungan mulai dari manufaktur, rantai pasok, sistem kualitas, hingga engineering. Aiva ME7 nantinya diproduksi di Seres Phoenix Plant.
Sementara itu, CATL akan berkontribusi melalui teknologi baterai, keahlian keselamatan, serta infrastruktur pengisian dan penukaran baterai.
Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Aiva untuk membangun ekosistem battery swapping tanpa harus sepenuhnya memulai dari awal.
CATL sendiri telah memiliki jaringan sekitar 2.000 stasiun penukaran baterai Chocolate hingga 30 Juni 2026. Jaringan tersebut tersebar di 180 kota dan 31 provinsi di China untuk kendaraan penumpang.
Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia, Aiva berpotensi mempercepat penerapan teknologi tukar baterai pada produknya. Sistem ini juga membuka peluang penerapan skema battery leasing, sehingga biaya baterai dapat dipisahkan dari harga kendaraan.
Gandeng Anak Perusahaan ByteDance hingga DeepRoute
Pada tahun ini, CATL juga memperkenalkan baterai Chocolate yang ditujukan untuk kendaraan berukuran lebih besar. Baterai tersebut menggunakan arsitektur tegangan tinggi 800 volt dengan kapasitas awal 75 kWh.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa baterai Chocolate tersebut akan digunakan pada Aiva ME7.
Kemungkinan tersebut muncul karena kelas kendaraan ME7 dinilai sesuai dengan karakteristik baterai tersebut. Namun, spesifikasi baterai yang akan digunakan Aiva ME7 masih harus menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.
Selain menggandeng CATL dalam pengembangan teknologi baterai, Aiva juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi.
Volcano Engine, anak perusahaan ByteDance, menyediakan model bahasa besar Doubao serta teknologi untuk sistem kokpit pintar Aiva.
Sementara untuk sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS), Aiva menggunakan solusi dari DeepRoute.
Aiva sendiri baru diperkenalkan pada awal Juni 2026 dengan filosofi “AI mendefinisikan mobil: AI terlebih dahulu, baru kendaraan.”
Jika rencana battery swapping bersama CATL terealisasi, Aiva ME7 akan membawa pendekatan berbeda di pasar mobil listrik.
Kendaraan tersebut tidak hanya mengandalkan teknologi AI dan elektrifikasi, tetapi juga menawarkan ekosistem penukaran baterai yang dapat memangkas waktu pengguna saat membutuhkan energi baru.
Kombinasi tersebut berpotensi menjadi salah satu daya tarik Aiva ME7 ketika mulai memasuki pasar China dan pasar internasional.