Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026) yang merupakan salah satu lokasi gempa bermagnitudo (M) 7,7 beberapa pekan lalu.
Kehadiran Prabowo untuk meninjau langsung pemanganan dampak gempa serta melihat langsung kondisi para pengungsi.
Advertisement
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di helipad Kabupaten Nagekeo sekitar pukul 11.50 WIB, dengan menggunakan helikopter kepresidenan.
Prabowo tampak didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo ingin melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik.
"Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, Presiden Prabowosejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana.
Terus Berupaya
Prasetyo menyampaikan, bantuan logistik dan perlengkapan telah disalurkan kepada warga terdampak gempa melalui Sekretariat Presiden sejak 15 hingga 24 Agustus 2026.
Bantuan tersebut meliputi 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan.
Selain itu, pemerintah memperkuat dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana.
"KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan, sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," jelas Prasetyo.
"Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi bagi korban gempa," sambungnya.
Dia memastikan penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja. Pemerintah akan memastikan proses pemulihan bencana dilanjutkan secara bertahap hingga warga NTT dapat hidup normal kembali.
"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ujar Prasetyo.
Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal," imbuh dia.