29 Agustus 1911: Akhir Pencarian Ishi, Anggota Terakhir Suku Yahi

Ishi berkeliling di pegunungan California utara sebelum ditemukan pada 29 Agustus 1911.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 29 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Suku Asli Amerika (Pixabay)

Liputan6.com, Washington D.C - Ishi, pria yang diyakini sebagai anggota terakhir suku Yahi, suku asli Amerika, ditemukan dalam kondisi kelaparan dan tersesat di Oroville, California, pada 29 Agustus 1911.

Dikutip dari History.com, Sabtu (29/8/2026), Ishi ditemukan oleh dua tukang daging yang mendengar gonggongan anjing dari area kandang rumah jagal mereka. Ketika memeriksa sumber suara tersebut, keduanya mendapati Ishi berada di lokasi.

Pada awal abad ke-20, sebagian besar penduduk asli Amerika telah berasimilasi dengan masyarakat keturunan Eropa-Amerika. Namun, Ishi tampaknya menjadi pengecualian.

Saat ditemukan, ia tidak mengenal kebiasaan masyarakat kulit putih Amerika dan tidak dapat berbicara bahasa Inggris. Pihak berwenang kemudian menahannya dengan alasan keselamatan.

Kisah Ishi menarik perhatian Thomas Waterman, seorang antropolog muda dari Berkeley. Ia kemudian pergi ke Oroville untuk bertemu dengan Ishi dan mencoba berkomunikasi dengannya.

Waterman sebelumnya mengumpulkan kosakata dari berbagai dialek suku asli Amerika di California utara yang sebagian besar penuturnya telah meninggal dunia. Namun, upayanya menggunakan sejumlah kata dari berbagai dialek tersebut tidak membuahkan hasil.

Waterman kemudian mencoba beberapa kata dari bahasa Yana. Kali ini, sebagian kata dapat dipahami oleh Ishi sehingga keduanya berhasil melakukan percakapan sederhana.

Tempat Tinggal dan Akhir Kisah Ishi

Berkeley Art Museum and Pacific Film Archive (Wikipedia/Creative Commons)

Bulan selanjutnya, Waterman membawa Ishi untuk tinggal di museum Universitas Berkeley, di mana kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara bertahap membaik. Antropolog lain bernama Alfred Kroeber bekerja sama dengan Waterman untuk mempelajari budaya Ishi.

Waterman akhirnya mengetahui bahwa Ishi adalah anggota dari suku Yahi, sebuah kelompok terpencil dari suku Yana di California utara. Pria tersebut berusia 50 tahun dan tampaknya anggota satu-satunya dari suku tersebut yang tersisa.

Ishi bercerita bahwa ia mengembara di pegunungan California utara selama beberapa waktu bersama orang-orang Yahi yang masih tersisa.

Lambat laun, kecelakaan atau penyakit membunuh rekan-rekannya. Seorang pria kulit putih membunuh rekan laki-laki terakhirnya, dan Ishi pun mengembara sendirian sampai ia tiba di Oroville.

Selama lima tahun, Ishi tinggal di Museum Berkeley. Ia dan Waterman menjadi sahabat, dan ia menghabiskan hari-harinya menceritakan tentang tradisi sukunya dan menunjukkan keterampilannya untuk bertahan hidup di alam liar, seperti memanah, mengolah kayu, dan teknik-teknik tradisional lainnya.

Ia belajar memahami dan bertahan hidup di dunia orang kulit putih. Ishi juga menikmati berkeliling di berbagai komunitas di Bay Area dan menaiki trem. Namun, pada akhirnya Ishi jatuh sakit karena tuberkulosis. Ia meninggal pada 25 Maret 1916 saat umurnya sekitar 56 tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya