Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno kian mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan memfokuskan upaya pemadaman pada dua titik api baru yang menyala di tebing curam bagian utara puncak gunung, menggunakan armada helikopter water bombing.
Langkah pemadaman udara (aerial firefighting) ini diambil lantaran akses darat menuju lokasi musnah akibat topografi medan yang terjal dan membahayakan keselamatan personel.
Advertisement
"Lokasi kebakaran yang sekarang tidak bisa dijangkau lewat jalur darat. Makanya, pemadaman kita fokuskan menggunakan helikopter water bombing," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Senin (24/8/2026).
Dua titik api baru tersebut terdeteksi pada koordinat - 775848, 112.59563 dan - 7.76209, 1112.59417. Angin kencang memicu pergerakan api mengarah ke sisi timur kawasan hutan, sehingga penggempuran dari udara menjadi satu-satunya opsi paling krusial untuk menahan laju penyebaran.
Operasi pengeboman air berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan memperhitungkan faktor cuaca serta keselamatan penerbangan di area pegunungan.
"Penerbangan terpaksa dihentikan pada malam hari akibat terbatasnya jarak pandang," tambahnya
Meski fokus pemadaman beralih ke udara, tim darat tidak tinggal diam. BPBD Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo untuk menjaga zona perimeter dan memantau efektivitas pembasahan.
Poin penting yang menjadi perhatian tim gabungan meliputi sinergi antarlembaga diperketat untuk merespons perubahan arah angin mendadak yang berpotensi memicu rambatan api baru.
"Pemantauan intensif di area tebing puncak terus dilakukan hingga lokasi benar-benar dipastikan steril dari potensi api susulan," pungkasnya.