Serat Alternatif Jadi Kunci Daya Saing Industri Kertas

Industri pulp dan kertas Indonesia terus mendorong adopsi teknologi, efisiensi energi, dan pemanfaatan serat non-kayu guna memperkuat daya saing global.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 24 Agustus 2026, 13:25 WIB
Tampak dari udara suasana pabrik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, Kabupaten Siak, Riau. Perusahaan memulai tersebut memulai produksi pulp pada tahun 1984 dan produksi kertas pada tahun 1989. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Industri pulp dan kertas Indonesia kini berfokus pada peningkatan efisiensi dan diversifikasi bahan baku guna menjaga daya saing di tengah maraknya tuntutan produksi yang berkelanjutan.

Adopsi otomasi, digitalisasi, efisiensi energi, serta modernisasi teknologi produksi menjadi elemen krusial bagi perusahaan untuk menggenjot produktivitas sekaligus menjaga kualitas. Selain itu, industri dituntut memperkuat pengelolaan air, limbah, dan emisi demi memenuhi standar pasar global.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Suhendra Wiriadinata, menegaskan bahwa daya saing industri masa depan sangat bergantung pada keberhasilan adopsi teknologi serta efisiensi operasional.

“Daya saing akan semakin ditentukan oleh adopsi teknologi, efisiensi, dan proses produksi yang berkelanjutan,” ujar Suhendra di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Di sisi lain, diversifikasi bahan baku turut menjadi fokus mendesak. Indonesia memiliki potensi besar pada serat non-kayu yang dapat dikembangkan untuk melengkapi pasokan industri. Pemanfaatan serat alternatif ini diyakini mampu memperluas basis bahan baku sekaligus memperkuat ketahanan pasokan manufaktur.

Kendati demikian, pengembangan serat panjang non-kayu membutuhkan dukungan komprehensif dari sektor riset, teknologi, kebijakan, hingga kesiapan adopsi industri. Pengujian ketat pada aspek kualitas, efisiensi proses, dan kelayakan ekonomi wajib dilakukan sebelum penerapannya dieksekusi dalam skala luas.

Tuntutan penekanan emisi dan pemangkasan limbah pun kian mendorong optimalisasi penggunaan energi, air, serta bahan baku agar operasional tetap efisien tanpa mengorbankan standar kelestarian lingkungan.

 

Indonesia International Paper Chain Industry Expo

Rangkaian isu strategis tersebut akan dibahas mendalam pada Indonesia International Paper Chain Industry Expo (IIPCIE) 2026 atau Paper Chain Expo 2026. Acara yang digagas China National Chemical Information Center (CNCIC) bersama APKI ini akan dihelat pada 27–29 Agustus 2026 di Hall A3 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Paper Chain Expo 2026 dijadwalkan menghadirkan seminar pemanfaatan serat panjang non-kayu pada 27 Agustus 2026, disusul Technical Training Session pada 28 Agustus 2026. Penyelenggara juga memfasilitasi agenda business matching untuk mempertemukan para peserta pameran dengan calon mitra strategis.

Pameran ini akan berlangsung bersamaan dengan World Expo of Packaging Industry Southeast Asia (WEPSEA) 2026, Pack Plus Indonesia, dan Bakery ASEAN—membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara industri pulp, kertas, kemasan, hingga teknologi manufaktur terkait.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya