Haru, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu Setelah 10 Tahun Terpisah di Taiwan

Setelah hampir satu dekade bekerja di Taiwan, Yuni Lestari akhirnya bertemu sang ibu berkat kejutan BRI melalui program Teman Seperjuangan BRI.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 24 Agustus 2026, 13:03 WIB
Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta - Kerinduan Yuni Lestari (34) untuk bertemu keluarga setelah hampir satu dekade bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan akhirnya terobati.

Momen haru tersebut terjadi dalam rangkaian Festival Budaya di New Taipei City, Taiwan, pada Minggu (23/8). Direktur Utama BRI Hery Gunardi memberikan kejutan dengan mempertemukan Yuni dengan sang ibu, Suyati (54), yang datang langsung dari Pati, Jawa Tengah, melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”.

Pertemuan tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi Yuni. Sejak pertama kali berangkat ke Taiwan sekitar 10 tahun lalu, ia belum pernah kembali ke Indonesia.

Keputusan untuk bertahan di perantauan tidak terlepas dari perjalanan panjang Yuni sebagai anak, ibu, sekaligus salah satu tumpuan ekonomi keluarga. Ia memilih bekerja jauh dari Tanah Air demi memperbaiki kehidupan orang-orang terdekatnya.

Keinginan Yuni untuk bekerja di Taiwan bermula ketika kondisi ekonomi keluarganya berubah setelah sang ayah mengalami kecelakaan. Ia kemudian bekerja sebagai caregiver dan mengalokasikan sebagian besar penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi,” ucap Yuni sambil berkaca kaca.

Pertemuan Haru Yuni dan Sang Ibu di Taiwan

Foto dok. BRI

Setelah bertahun-tahun menjalani penantian panjang dan jauh dari keluarga, pertemuan tersebut menjadi momen yang begitu berarti bagi Yuni dan sang ibu. Suyati pun menyampaikan apresiasinya kepada BRI dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi atas kesempatan yang diberikan sehingga dirinya dapat bertemu langsung dengan Yuni di Taiwan.

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan seluruh tim BRI yang sudah membantu saya hingga bisa bertemu dengan anak saya di Taiwan. Semoga teman-teman yang sedang berjuang jauh dari keluarga juga selalu diberikan semangat,” ungkap Suyati.

Kejutan bagi Yuni pun tidak berhenti pada pertemuan dengan sang ibu. BRI turut memfasilitasi tiket perjalanan Taiwan-Indonesia, memberikan kesempatan bagi Yuni untuk kembali ke Tanah Air setelah hampir satu dekade bekerja jauh dari rumah. Bagi Yuni, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga yang selama ini menjadi alasan utama di balik perjuangannya di Taiwan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” merupakan bagian dari upaya BRI membangun kedekatan dengan komunitas PMI. Menurutnya, besarnya kontribusi PMI bagi keluarga di Tanah Air perlu diiringi dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka selama bekerja di luar negeri.

“Bagi BRI, PMI merupakan teman seperjuangan yang bekerja keras untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga di Tanah Air. Oleh karena itu, kami ingin kehadiran BRI dapat dirasakan lebih dekat, bukan hanya melalui layanan finansial, tetapi juga melalui perhatian terhadap perjalanan dan kebutuhan mereka,” ucapnya.

Program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” menjadi bagian dari komitmen BRI untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan PMI, tidak hanya saat mereka bekerja dan mengirimkan remitansi ke Indonesia, tetapi sepanjang perjalanan mereka dalam mempersiapkan masa depan.

“Ke depan, BRI mendorong agar penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikelola secara lebih produktif melalui peningkatan literasi keuangan, tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga persiapan modal usaha dan pengembangan keterampilan. Dengan dukungan ekosistem BRI yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia, tPMI diharapkan dapat kembali ke Tanah Air bukan hanya membawa hasil dari bertahun-tahun bekerja, tetapi juga memiliki bekal finansial, keterampilan, dan kesiapan untuk membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi diri sendiri dan keluarganya,” pungkas Dhanny.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya