Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Espanyol pada pekan kedua La Liga 2026/2027. Namun, hasil positif tersebut tidak sepenuhnya menutupi performa Vinicius Junior yang masih jauh dari ekspektasi.
Bermain di RCDE Stadium, Minggu (23/8) dini hari WIB, Vinicius dipercaya tampil sejak menit pertama. Winger asal Brasil itu mengisi lini depan bersama Kylian Mbappe, tetapi kontribusinya sepanjang pertandingan tergolong minim.
Advertisement
Real Madrid sempat membuka keunggulan melalui sundulan Jude Bellingham pada menit ke-9. Espanyol kemudian menyamakan skor lewat Alex Calatrava sebelum Carlos Espi mencetak gol penentu kemenangan Los Blancos pada menit ke-90.
Vinicius bermain penuh selama 90 menit, tetapi gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran maupun kreasi peluang. Catatan tersebut menjadi perhatian karena Real Madrid membutuhkan kreativitas lini depan untuk membongkar pertahanan lawan yang tampil disiplin.
Statistik Vinicius Junior Masih Jauh dari Harapan
Vinicius hanya melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan dan upayanya tidak mengarah ke gawang. Ia juga mencatat tiga dribel sukses dari tujuh percobaan, angka yang menunjukkan betapa sulitnya pemain berusia 26 tahun itu melewati penjagaan pemain Espanyol.
Situasi tersebut semakin terlihat ketika Vinicius berulang kali mencoba mengandalkan akselerasi dan trik dari sisi kiri. Namun, pergerakannya relatif mudah dibaca sehingga ia kesulitan menciptakan ruang maupun mengirim ancaman nyata ke pertahanan tuan rumah.
Kontribusi Vinicius dalam menciptakan peluang juga menjadi catatan tersendiri. Arda Guler mampu membukukan delapan kreasi peluang hanya dalam 64 menit bermain, sedangkan Vinicius menutup laga tanpa menciptakan satu pun peluang untuk rekan-rekannya.
Mourinho Maklum, Vinicius Belum 100 Persen
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, tidak sepenuhnya menyalahkan performa Vinicius yang belum maksimal. Menurutnya, kondisi fisik dan mental sejumlah pemain masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani Piala Dunia 2026.
"Mbappe adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, namun Vinicius Junior juga tampil gemilang di turnamen tersebut, begitu pula Bellingham," kata Mourinho.
"Saya sempat ragu apakah harus memainkannya sejak awal atau memasukkannya sebagai pemain pengganti nanti. Saya tidak tahu apakah keputusan saya untuk memainkannya sebagai starter sudah tepat atau seharusnya saya menunggu, tetapi secara fisik dan mental, dia sangat kuat," sambung Mourinho.
Kemenangan atas Espanyol tetap menjadi modal penting bagi Real Madrid, tetapi performa Vinicius, juga Mbappe menunjukkan masih ada pekerjaan rumah di lini depan.
Sumber: Real Madrid, FotMob