Angga The Potters Bedah Masalah Royalti Musik Lewat Ilmu Manajemen, Temukan Formula Baru

Ketua sidang juga memberi tanggapan atas disertasi Angga The Potters.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 22 Agustus 2026, 09:39 WIB
Angga The Potters Meraih Gelar Doktor © KapanLagi.com/Matias Purwanto

Liputan6.com, Jakarta - Persoalan royalti musik di Indonesia yang sering memicu konflik kini mendapatkan sudut pandang baru melalui riset akademik Angga Rinzani. Gitaris The Potter ini menggunakan pendekatan ilmu manajemen untuk mencari solusi atas carut-marut pembagian hak cipta.

Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Nandan Limakrisna, menjelaskan bahwa penelitian Angga memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik. Ia pun mengarahkan Angga untuk menggunakan metode kualitatif agar permasalahan dapat tergali lebih mendalam.

"Penting ini mungkin teman-teman supaya tahu, kami di UPI YAI program doktor, beliau meneliti secara kualitatif. Ini jarang terjadi ya. Kita banyak kuantitatif. Kenapa kualitatif kita minta, supaya dia menggali lebih dalam permasalahannya," kata Nandan di UPI YAI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

"Ada suatu temuan tadi, ada dua model. Mudah-mudahan model ini ada maknanya untuk si pelaksana nanti, baik itu pemerintah daerah yang akan memperhatikan atau dari Kementerian Ekonomi kreatif ya," papar Nandan.

 


Berharap Bisa Dijadikan Rujukan

Angga The Potters Raih Gelar Doktor. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Nandan berharap temuan dalam disertasi ini bisa menjadi rujukan dalam mengambil keputusan. Hal ini penting agar para seniman di Indonesia mendapatkan kepastian hak dan tetap bisa berkarya dengan tenang.

"Mudah-mudahan dengan penggalian lebih dalam, saya berharap dari pihak pemerintah juga harus bisa mengambil suatu keputusan supaya ini jangan berlama-lama, supaya seniman ini tetap eksis di bidangnya," tuturnya.

 


Upaya Angga untuk Tetap Objektif

Selama proses riset, Angga harus menanggalkan identitas sebagai musisi agar tetap objektif sebagai peneliti. Ia harus mampu membedakan antara opini pribadi sebagai pelaku industri dengan data yang ditemukan di lapangan.

"Saya mendekati ini lewat pendekatan ilmu manajemen. Jadi mungkin di dunia ini, yang mendekati royalti musik dari sudut pandang ilmu manajemen sumber daya manusia, ini mungkin cuma saya," ungkap Angga.

 


Temuan Angga di Lapangan

Angga menemukan poin mengenai tata cara penggunaan karya cipta untuk kepentingan komersial. Temuan ini ia anggap sebagai salah satu hal paling penting dalam hasil penelitiannya.

"Temuan di lapangan adalah ternyata setelah saya baca secara akademik, secara penelitian, secara riset, nggak ada cara lain untuk menggunakan karya cipta secara komersial. Itu harus lewat jalur izin dulu, izin dulu baru bayar. Jadi bukan bayar dulu baru izin. Logikanya seperti itu. Itu temuan yang paling penting secara prinsip," tegas Angga The Potters.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya