Bitcoin Pulih, Saham Strategy Melonjak 7,5% ke Atas US$ 120

Saham Strategy melonjak 7,5% setelah harga Bitcoin pulih. MSTR kini berada di level tertinggi dalam dua bulan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Agustus 2026, 12:30 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Strategy kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan pada Jumat. Kenaikan terjadi setelah harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 79.400, sehingga memulihkan sebagian nilai pasar yang hilang dalam aksi jual kripto sebelumnya.

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (22/8/2026), saham dengan kode MSTR tersebut naik 7,5% menjadi di atas US$ 120 pada awal perdagangan.

Kenaikan ini terjadi meski Strategy tidak membeli Bitcoin selama sekitar dua bulan terakhir. Perusahaan justru memanfaatkan aksi penghimpunan modal untuk memperbesar cadangan kas, membayar dividen saham preferen, dan membeli kembali sebagian sekuritas preferennya.

Strategy saat ini masih menjadi perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Perusahaan memiliki 840.447 BTC dengan nilai sekitar US$ 65,2 miliar berdasarkan harga saat ini.

Pemulihan harga Bitcoin juga membuat kepemilikan Strategy kembali mencatat keuntungan yang belum direalisasikan sekitar US$ 1,6 miliar.

Hubungan antara harga Bitcoin dan saham MSTR sangat erat. Ketika Bitcoin naik, nilai aset yang dimiliki Strategy ikut meningkat. Kondisi ini juga dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan menjalankan strategi investasi aset digital.

Namun, penghentian sementara pembelian Bitcoin menunjukkan Strategy kini lebih memperhatikan likuiditas setelah volatilitas pasar menekan harga saham preferennya.

 

Saham Preferen Strategy

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Selain saham MSTR, investor juga memperhatikan pemulihan saham preferen Strategy, yakni Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock atau STRC.

Pada Jumat, STRC diperdagangkan di atas US$ 96 untuk pertama kalinya sejak Juni. Level tersebut semakin mendekati US$ 100, yakni harga yang dirancang untuk dipertahankan melalui penyesuaian tingkat dividen bulanan.

Sebelumnya, STRC sempat anjlok di bawah US$ 70 saat aksi jual kripto terjadi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan Strategy memenuhi kewajiban pembayaran dividen yang memberikan imbal hasil sekitar 11,5% per tahun.

Pemulihan STRC di atas US$ 96 sedikit mengurangi tekanan tersebut sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi Strategy dalam mengelola sumber pendanaan untuk strategi Bitcoin.

Pada pekan ini, Strategy mengungkapkan telah menjual saham MSTR senilai US$ 333,7 juta pada periode 10-16 Agustus tanpa membeli atau menjual Bitcoin.

Dari dana tersebut, US$ 52,4 juta digunakan untuk membayar dividen STRC. Sementara US$ 132,2 juta dipakai membeli kembali STRC melalui program Digital Credit Securities Repurchase Program.

Strategy juga meningkatkan cadangan dolar AS menjadi US$ 4,8 miliar. Cadangan kas tersebut dapat membantu perusahaan memenuhi kewajiban dividen jika harga Bitcoin kembali turun dalam waktu lama atau akses ke pasar saham menjadi lebih sulit.

Perubahan Strategi Jangka Panjang

Langkah Strategy menunjukkan bahwa akumulasi Bitcoin bukan lagi satu-satunya prioritas perusahaan. Penambahan cadangan kas dan pembelian kembali STRC dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap struktur pendanaan sebelum perusahaan kembali meningkatkan pembelian Bitcoin.

Penghentian pembelian Bitcoin selama sekitar dua bulan juga belum tentu menandakan perubahan strategi jangka panjang. Namun, langkah tersebut menunjukkan pentingnya menjaga likuiditas setelah harga saham preferen perusahaan mengalami tekanan.

Strategy selama ini mengandalkan kombinasi penerbitan saham biasa dan saham preferen untuk membiayai kepemilikan Bitcoin. Strategi tersebut akan berjalan lebih efektif ketika harga sekuritas perusahaan berada pada level yang sehat.

Selain kondisi pasar, investor juga perlu memperhatikan isu indeks. TD Cowen menentang proposal metodologi MSCI yang berpotensi mengeluarkan Strategy dan perusahaan treasury aset digital lainnya dari indeks ACWI IMI.

Jika dikeluarkan dari indeks besar, saham Strategy berpotensi menghadapi tekanan jual dari dana pasif yang mengikuti indeks tersebut.

Di sisi lain, permintaan terhadap MSTR mulai muncul dari perusahaan lain. MicroCloud Hologram asal China memperoleh 140.268 saham Strategy melalui penyelesaian structured notes.

Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan pemulihan dan STRC mendekati US$ 100. Jika keduanya terus menguat, Strategy memiliki ruang lebih besar untuk kembali menghimpun modal dan membeli Bitcoin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya