4 Pilar Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Luciano Leandro memilih empat pemain kunci Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.

oleh Ana DewiDiterbitkan 21 Agustus 2026, 17:23 WIB
Sandy Walsh dan Rizky Ridho dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Chinese Taipei di FIFA Matchday di Stadion GBT, Surabaya, Jumat (5-9-2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai ada empat nama yang perannya paling krusial bagi Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026. Penetapan ini ia dasarkan pada fungsi dan konsistensi pemain, pengalaman, serta dampaknya terhadap keseimbangan tim.

"Menurut saya pribadi, kalau kita berbicara tentang pemain yang paling penting atau bisa disebut tak tergantikan di Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, saya tidak hanya melihat nama besar," ujar Luciano kepada Bola.com.

Empat pemain yang ia sebut tersebar di tiga lini: bek, gelandang, dan penyerang. Mereka bakal jadi tumpuan saat Indonesia menjadi tuan rumah untuk Divisi Premier pada turnamen anyar garapan FIFA itu berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026.


Lini Belakang: Rizky Ridho Memimpin Pertahanan

Duo bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Shayne Pattynama saat duel versus Chinese Taipei pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Untuk benteng pertahanan, Luciano menunjuk Rizky Ridho.

"Saya melihat fungsi, konsistensi, pengalaman, dan pengaruh pemain terhadap keseimbangan tim. Di lini belakang, saya memilih Rizky Ridho. Menurut saya Ridho sangat penting karena dia memiliki karakter sebagai pemimpin di lini pertahanan," katanya.

"Dia agresif, berani dalam duel, cukup tenang ketika menguasai bola dan memahami karakter sepak bola Indonesia. Pemain seperti Ridho sangat penting karena pertandingan di Asia Tenggara sering membutuhkan kekuatan fisik, konsentrasi, dan kemampuan membaca permainan," lanjutnya.

Ridho menjadi satu-satunya wakil dari lini belakang dalam daftar empat nama yang dipilih.


Keseimbangan Gelandang: Thom Haye dan Marselino Ferdinan

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye saat tampil di Piala AFF 2026. (Bola.com/Budy Santoso)

Di poros tengah, Luciano menjagokan Thom Haye, gelandang Persib Bandung, sebagai penjaga keseimbangan permainan Timnas Indonesia.

"Di lini tengah, pilihan saya adalah Thom Haye. Bagi saya, Thom Haye adalah salah satu pemain paling penting karena dia memberikan keseimbangan kepada tim," ulas Luciano. "Dia memiliki kualitas passing, visi permainan, kemampuan mengatur tempo dan pengalaman. Ketika Indonesia membutuhkan kontrol permainan, Thom bisa menjadi pemain yang menghubungkan lini belakang dengan lini depan."

Luciano juga menyebut Marselino Ferdinan sebagai bagian penting di lini tengah.

"Selain Thom Haye, saya juga melihat Marselino Ferdinan sebagai pemain yang sangat penting. Marselino memiliki karakter berbeda: dia bisa memberikan kreativitas, keberanian melakukan penetrasi dan kemampuan menciptakan sesuatu ketika pertandingan berjalan sulit," katanya.


Lini Depan: Mobilitas Ragnar Oratmangoen

Striker Persib Bandung, Ragnar Oratmangoen melewati penjagaan dari gelandang Bali United, Brandon Wilson dalam laga pramusim bertajuk Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (18/8/2026). (Dok. Instagram Ragnar Oratmangoen)

Di sektor serang, pilihan utama Luciano jatuh kepada Ragnar Oratmangoen.

"Ragnar sangat menarik bagi saya karena dia bukan hanya penyerang yang menunggu bola. Dia aktif bergerak, bisa membuka ruang, melakukan pressing, bermain melebar maupun masuk ke area tengah. Karakter seperti ini sangat berguna ketika menghadapi pertahanan lawan yang bermain rapat," tuturnya.


Catatan Tambahan: Jens Raven Untuk Skenario Langsung

Legenda PSM Makassar itu juga memberikan perhatian khusus kepada Jens Raven, penyerang Bali United. Nama Raven disampaikan Luciano sebagai catatan tambahan di luar empat pilihan utamanya.

"Dia memiliki karakter penyerang yang berbeda. Jens bisa memberikan kehadiran di dalam kotak penalti, duel fisik dan menjadi target ketika Indonesia membutuhkan permainan yang lebih langsung," tutup Luciano.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya