Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin tiba-tiba melonjak dan menembus level US$ 75.000 dalam perdagangan Asia. Kenaikan ini memperpanjang reli yang sebelumnya sudah terjadi di pasar kripto.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (21/8/2026), pergerakan Bitcoin berlangsung cukup cepat. Namun, belum ada penyebab utama yang bisa dipastikan sebagai pemicu kenaikan tersebut.
Advertisement
Bitcoin memang dikenal sebagai aset yang harganya dapat berubah dengan cepat. Aktivitas perdagangan dan kondisi likuiditas di pasar Asia juga bisa membuat pergerakan harga semakin besar.
Level US$ 75.000 menjadi perhatian karena merupakan angka psikologis bagi investor. Level harga bulat seperti ini sering digunakan trader untuk melihat apakah momentum kenaikan masih kuat.
Meski demikian, belum ada informasi mengenai pengumuman regulasi, data ekonomi, atau transaksi besar investor institusional yang menjadi penyebab langsung kenaikan Bitcoin.
Karena itu, investor masih perlu melihat perkembangan selanjutnya sebelum menyimpulkan bahwa Bitcoin telah memasuki tren kenaikan baru.
Pergerakan harga yang cepat juga tidak selalu berarti kenaikan akan bertahan lama. Bitcoin bisa kembali turun jika minat beli melemah.
Investor Masih Menunggu
Kenaikan Bitcoin melewati US$75.000 membuat pelaku pasar mempertanyakan apakah reli ini akan berlanjut atau hanya berlangsung sementara.
Sejumlah faktor memang bisa memengaruhi harga Bitcoin. Di antaranya aktivitas perdagangan derivatif, transaksi dalam jumlah besar oleh pemegang Bitcoin, serta perubahan minat investor terhadap aset berisiko.
Namun, dalam kenaikan kali ini belum ada faktor tertentu yang dapat dipastikan sebagai penyebab utama.
Karena itu, trader biasanya akan melihat volume perdagangan dan pergerakan harga setelah Bitcoin menembus US$75.000.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut dengan volume perdagangan yang kuat, kenaikan bisa menjadi sinyal positif bagi pasar.
Sebaliknya, jika Bitcoin dengan cepat kembali turun di bawah US$75.000, kenaikan tersebut bisa saja hanya menjadi lonjakan sementara.
Pergerakan Bitcoin juga dapat memengaruhi aset kripto lainnya. Ketika Bitcoin menguat, sejumlah altcoin sering ikut bergerak naik. Namun, jika Bitcoin berbalik turun, tekanan jual juga bisa menyebar ke pasar kripto secara keseluruhan.
Untuk saat ini, investor masih menunggu arah Bitcoin setelah kenaikan mendadak tersebut.
Pasar Derivatif
Pasar derivatif juga menjadi perhatian setelah Bitcoin mengalami kenaikan tajam.
Perubahan harga yang cepat dapat memicu likuidasi posisi trader yang menggunakan leverage. Kondisi ini bisa membuat pergerakan Bitcoin semakin besar, baik saat harga naik maupun ketika berbalik turun.
Trader biasanya memantau funding rate dan open interest untuk melihat bagaimana posisi investor berubah setelah terjadi lonjakan harga.
Selain itu, perdagangan di pasar Eropa dan Amerika Serikat akan menjadi perhatian berikutnya. Aktivitas investor di kedua kawasan tersebut dapat memberikan gambaran apakah kenaikan Bitcoin masih memiliki tenaga.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan harga di atas US$75.000, pasar bisa melihatnya sebagai tanda bahwa minat beli masih kuat.
Namun, jika harga kembali turun dengan cepat, investor perlu berhati-hati karena lonjakan tersebut mungkin hanya dipengaruhi kondisi perdagangan sementara.
Untuk saat ini, Bitcoin yang berhasil menembus US$75.000 menjadi salah satu pergerakan penting di pasar kripto.
Investor akan mencermati volume perdagangan dan kemampuan Bitcoin bertahan di level tersebut untuk mengetahui apakah reli kali ini benar-benar berlanjut atau segera berakhir.